BAB
1
PENDAHULUAN:
HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISBD
Ilmu budaya
adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam
kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya. Dan masalah-masalah yang
menyertainya, sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang
diharapakan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang digunakan
untuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
A.
Pengertian
Ilmu Sosial Budaya Dasar
Adalah sebagai integrasi ISD dan
IBD yang memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya
kepada mahasisawa sehingga mampu mengkaji masalah sosial dan kemanusiaan dan
budaya, dan selanjutnya mahasiswa peka, tanggap, kritis seerta berempati atas
solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
ISBD sebagai kajian masalah sosial kemanusiaan, dan
budaya sekaligus pula membeir dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar
ilmu sesuai yang terintegrasi. ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri
sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan
mengenai aspek-aspek yang ada dalam kehidupan sebagai makhluk sosial, yang
berbudaya dan masalah-masalah yang terwujut daripadanya.
B.
Latar
Belakang Pentingnya ISBD
Ada empat landasan yang
melatar belakangi pentingya dalam mempelajari ISBD, yaitu:
1. Landasan
Historis
a. Nenek
moyang kita beragama terbukti dengan peninggalan sejarah
b. Memiliki
warisan budaya dan peradaban tinggi
c. Bangsa
Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, cinta damai toleran, dan bergotong
royonng.
2. Landasan
Filosofis
a. Bangsa
Indonesia memiliki filsafah hidup pancasila
b. Ketuhanan
Yang Maha Esa
c. Kemanusia
yang adil dan beradab
d. Persatuan
Indonesia
e. Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
f. Keadilan
bagi seluruh rakyat Indonesia
3. Konteks
Karakter Bangsa
a. UUD
45 Pasal 30, 31.
b. UU
No. 20 TH 2003 tentang sisdiknas.
4. Landasan
Pendagogis
a. Mewujudkan
manusia Indonesia seutuhnya diperlukan suatu proses secara, terencana, terus
menerus berkesenambungan.
b. Kehidupan
berbangsa, bernegaradan bermasyarakat perlu adanya pewarisan pengetahuan, nilai
religi dan sosial budaya
c. Dalam
pergaulan global, perlu mempertahankan jati diri sebagai bangsa yang beragam,
berdaulat dan bermartabat.
C.
VISI
DAN MISI ISBD
1. Visi
ISBD
Berkembangnya mahasiswa
sebagai manusia terpelajar yang kritis,peka dan arif dalam memahami keragaman
dan sederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika,etika dan moral
dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Misi
ISBD
Memberikan landasan dan
wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis,peka dan arif pada mahasiswa
untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat selaku indifidu dan mahluk sosial yang berada serta bertanggung
jawab terhadap sumber daya dan lingkunganya.
D.
Ruang
Lingkup ISBD
Ada dua madalah yang dapat
dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan
mata kuliah ilmu sosial budaya dasar, dan untuk menjelaskan ruang lingkup
tersebut, baiknya dipisahkan terlebih dahulu antara ISD dan IBD.
1. Adapun
ruang lingkup mata kuliah ISD yaitu:
a. Ada
berbagai aspek dalam kenyataan yang merupan suatu masalah sosial. Biasanya,
masalah sosial dapat ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh
bidang-bidang pengetahuan keahlian yang berbeda-beda pula. Baik sebagai
pendekatan sendiri maupun gabungan (antara bidang).
b. Adanya
bebagai golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing
mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah
laku sendiri, tetapi memiliki banyak persamaan kepentingan kebutuhan serta
persamaan dalam pola-pola pemikiran dan tingkah laku yang menyebabkan adanya
pertentangan maupuan hubungan-hubungan setia kawan dan kerja sama dalam
masyarakat itu. Pelajaran ISD dapat dibedakan menjadi tiga pembahasan yaitu:
1) Kenyataan-kenyataan sosial yang dalam
masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2) Konsep-konsep sosial atau pengertian
tentang kenyataan-kenyataan sosial yang dibatasi pada konsep dasar atau
elementer saja yang sangat diperlukan
untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan
sosial.
Bertolak dari kedua konsep tersebut
diatas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa dalam masyarakat selalu
terdapat:
a. persamaan dan peradaban pola
pemikiran dan pola tingkah laku, baik secara individual maupun
kelompok/golongan
b. persamaan dan perbedaan kepentingan.
Persamaan dan perbedaan itu lah yang sering
timbulnya pertentangan /konflik, kerja sama, dan kesetiakawanan antar
individu/golongan.
3) Masalah-masalah
sosial yang timmbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai
kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainnya saling
berkaitan. Konsorsium antara bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan ISD
terdiri dari delapan pokok bahasan. Maka ruang lingkup perkuliahan ISD
diharapkan mempelajari dan memahami adanya:
1. berbagai masalah kependudukan dalam
hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. masalah individu, keluarga dan
masyarakat
3. masalah pemuda dan sosialisasi
4. masalah hubungan antara warga negara
dan negara
5. masalah pelapisan sosial dan kesamaan
derajat
6. masalah masyarakat perkotaan dan
masyarakat pedesaan
7. masalah pertentang-pertentangan
sosial dan integrasi
8. pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi
kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
2. Ruang
lingkup kajian mata kuliah IBD (ilmu
sosial budaya dasar) kedua
masalah pokok itu adalah:
a. Berbagai
aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan
budaya yang dapat didekati dengan digunakan pengetahuan budaya, (the
humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin), didalam
pengetahuan budaya maupun secara gabungan (antarbidang) berbagai disiplin dan
pengetahuan budaya.
b. Hakikat
manusia yang satu atau universal, akan tetap yang beraneka ragam perwujudannya
dan kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Kedua
pokok masalah yang bias dikaji dalam mata kuliah IBD (ilmu budaya dasar),
tampak jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia
tidak hanya sebagai objek pengkajian,
bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dan bagaiman pula
hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang
dikembangkan adalah:
1.
manusia dan harapan
2.
manusia dan kegelisahan
3.
manusia dan tanggung jawab
4.
manusia dan pandangan hidup
5.
manusia dan cinta kasih
6.
manusia dan keindahan
7.
manusia dan penderitaan
8.
manusia dan keadilan
Dari
kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam pengetahuan budaya, perwujudan
mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, music, filsafat,
dll. Masing-masing pokok bahasaan dapat didekati dengan baik menggunakan
cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan
cabang-cabang tersebut.
BAB 2
MANUSIA DAN ILMU HUMANIOR
A.
Kedudukan
Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Perlu disadari bahwa setiap manusia
itu pada hakikatnya tidak mungkin terlepas dari ‘hidup intern pribadi’ dan
‘ekstren kehidupan antarpribadi’. Hidup intern pribadi tersebut merupakan
cerminan bahwa manusia itu sebagai makhluk individu dan sekaligus makhluk
Tuhan, sedangkan kehidupan ekstren antar pribadi merupakan cerminan bahwa
manusia itu sebagai makhluk sosial.
Manusia didudukan sesuai dengan kodrat,
harkat, martabat, hak dan kewajibannya.
1. Kodrat
Manusia
Adalah keseluruhan sifat-sifat sah,
kemampuan atau bakat-bakat alami yang melekat pada manusia, yaitu manusia
sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
2. Harkat
Manusia
Artinya derajat manusia. Harkat manusia
adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
3. Martabat
Manusia
Artinya harga diri manusia. Martabat
manusia adalah kedudukan manusia yang berakal budi sehingga manusia mendapat
tempat yang tinggi disbanding makhluk yang lain.
4. Hak
Asasi Manusia
Adalah hak dasar yang dimiliki oleh
setiap manusia sebagai anugerah dan Tuhan Yang Maha Esa, sepeti hak hidup, hak
milik, dan hak kebebasan atau
kemerdekaan.
5. Kewajiban
Manusia
Artinya sesuatu yang harus dikerjakan
oleh manusia. Kewajiban manusia adalah keharusan untuk melakukan sesuatu sebagai konsekuensi manusia
sebagai makhluk individu yang mempunyai hak-hak asasi. Selanjutnya, manusia
dibedakan oleh Tuhan dari berbagai segi sperti panca indra, kemampuan berpikir
dan sebgainya. Namun, juga dikaruniai dengan keistimewaan-keistimewaan tertentu
oleh Tuhan Ynag Maha Esa seperti:
1. daya cipta rasa, dan karsa.
2. keinginan bermasyarakat
3. segala otensi sumber kekayaan alam
B.
Fungsi
Akal Dan Budi Manusia
Akal adalah kemampuan
berpikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Berpikir adalah
perbuatan operational yang mendorong untukk aktif berbuat demi kepentingan dan
peningkatan hidup manusia. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal
adalah untuk berpikir. Kemampuan berpikir manusia mempunyai fungsi mengingat kembali apa yang telah diketahui
sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah
laku.
Budi dalam bahasa
sangsekerta berarti akal. Budi diartikan sebagai batin manusia, panduan akal
dan perasaan yang dapat menimbang baik
dan buruk segala sesuatu.
Jadi jelas bahwa pungsi
akal dan budi manusia adalah menunjukan martabat manusia dan kemanusiaan
menjadi pemegang amanah makhluk tertinggi dialam raya ini.
Serta manusia juga
memiliki kemampuan daya sebagai berikut:
1. Akal,
intelegensia, dan intuisi
2. Perasaan
dan emosi
3. Kemauan
4. Fantasi
5. Prilaku
Ada hubungan dialektika antara
manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia sendiri
adalah produk kebudayaan.
C.
Pengertian
Budaya Dan Kebudayaan
1. Pengertian
Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari
kata sangsekerta “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi”
yang berarti budi atau akal. Dengan demikian, kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutin
budi atau akal”. Culture, merupakan istilah bahasa Asing yang sama artinya
dengan kebudayaan, berasal dari bahasa Latin “colere” yang berarti mengelola
atau mengerjakan (mengolah tanah atau berani). Dari asal arti tersebut yaitu
“colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia
untuk mengelola dan mengubah alam.
2. Pengertian
Budaya
Budaya secara halfiah
berasal dari bahasa latin, yaitu colore yang memiliki arti mengerjakan tanah,
mengolah, memelihara lading. Budaya berasal dari bahasa sangsekerta, yaitu
buddhaya, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
3. Pengertian
Adat Dan Istiadat
Adalah aneka kelaziman
dalam suatu negeri yang mengikuti pasang naik dan pasang surut situasi
masyarakat. Kelaziman ini pada umumnya menyangkut pengajawantahan unjuk rasa
seni budayamasyarakat, seperti acara-acara keramaian anak negeri, pertunjukan
randai, seluang, rabab, tarian-tarian dan aneka kesenian yang dihubungkan
dengan upacar perhelatan perkawinan, pengangkatan penghulu maupun untuk
menghormati kedatangn tamu agung.
4. Pengertian
Kebiasaan
Adalah sesuatu yang telah dilakukan
untuk sejak lama dan menjadi bagian dari
kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan,
waktu, atau agama yang sama.
D.
Wujud
Dan Nilai Kebudayaan
Prof. Dr.
Koentjoroningrat menguraikan tentang wujut kebudayaan menjadi tiga macam yaitu:
1. Wujud
perma adalah ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba dan difoto.
Letaknya dalam alam pikiran manusia.
2. Wujud
kedua. Adalah sistem sosial atau sosial sistemsosial atau sosial sistem, yaitu
mengenali tindakan beberapa manusia itu sendiri.
3. Wujut
ketiga adalah kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik karya manusia dalam
masyarakat. Sifatnya sangat konkren berupa benda-benda yang bias diraba,
difoto, dan dilihat.
E.
Orientasi
Nilai Budaya
Terdapat banyak nilai
kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada didunia. Nilai kebudayaan
pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan didunia ini
memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika
dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai
budaya hamper serupa.
1. Hakikat
Hidup
2. Hakikat
Karya
3. Perseepsi
Manusia Ttentang Waktu
4. Pandangan
Terhadap Agama
5. Hubungan
Manusia Dengan Manusia
F.
Perubahan
Kebudayaan
Adadalah suatu keadaan
dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian antara unsure-unsur
krbudayaan yang saling berbeda sehingga
tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya terhadap kehidupan.
Ada factor-faktor yang
mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan, yaitu:
1.
Mendorong: adanya unsure-unsur
kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsure-unsur teknologi
dan ekonommi (kebudayaan materil). Adanya individu-individu yang mudah menerima
unsur-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
2.
Mengahambat: adanya unsure-unsur
kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti: adat istiadat dan
keyakinan agama (kebudayaan non materil). Ada juga factor-faktor yang
menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan:
a. Factor
intern: perubahan demografis, konflik sosia, bencana alam, perubahan lingkungan
alam.
b. Factor
ekstren: perdagangan, penyebaran agama, peperangan.
G.
Tahap-Tahap
Kebudayaan
1. Tiga
Tahap Kebudayaan
a. Tahap
pemikiran mistis, yaitu sikap manusia yang merasa dirinya terkepung oleh
kekuatan-kekuatan gaib disekitarnya, yaitu kekuatan dewa-dewa raya atau
kekuatan kesuburan, seperti dipentaskan dalam mitologi-mitologi bangsa-bangsa
primitif.
b. Tahap
pemikiran ontolig,, yaitu sikap manusia yang tidak hidup lagi dalam kepungan
kekuasaan mistis, melainkan yang secara bebas ingin meneliti segala hal.
Manusia mengambil jarang kepada sesuatu yang dahulu dirasakan sebagai kepungan.
c. Tahap
pemikiran fungsional, yaitu sikap dan alam pikiran yang makin tampak pada
manusia modern, yang mana tidak lagi terpesona oleh lingkungannya (sikap
mistis), dan tidak lagi dengan kepala dingin mengambil jarak dengan objek
penelitian (sikap ontologis),namun manusia ingin mengadakan relasi-relasi baru,
sesuatu kebertautan yang baru terhadap sesuatu dalam lingkungannya.
Namun
begitu, dalam ketiga pemikiran diatas, tidak dapat dikatakan bahwa suatu tahap
pemikiran lebih maju dari tahap pemikiran lainnya, atau sebaliknya, suatu tahap
pemikiran lebih terbelakang daripada tahap pemikiran yang lainnya. Sebab
ketiganya memiliki peranan masing-masing.
2. Senin
Sebagai Bentuk Mimeisis
Pada tahap pemikiran
mistis, manusia terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib sekitarnya, yaitu
kekuasaan dewa-dewa alam raya seperti dipentaskan dalam mitologi-mitologi
bangsa-bangsa primitive. Begitu juga dengan kesenian sebagai artifact, yakni
wujut dari kebudayaan disamping ide activities juga dipengaruhi hal-hal yang
berbau mistis.
3. Seni
Sebagai Bentuk Ekspresi
Ekspresi, dalam bahsa
Inggris adalah exspression yang diartikan sebagai “ action of manifesting a
feeling” atau tindakan mewujutkan perasaan. Expression sendiri berasal dari
bahasa latin yaitu exsperssionem, kata benda dari tindakan exprimere, yaitu, “
suatu tindakan atau penciptaan yang mengungkapkan perasaan”. Heri Dono
mengutaraka bahwa seni merupakan suatu ekspresi individu dan kolektif dari
kehidupan nyata yang memiliki muatan aspirasi intelektual dan tanda-tanda yang
biasa dikenali dan simbolik.
4. Seni
Dalam Konsef Fungsional
Adalah sikap dan alam
pikiran yang makin tampak pada manusia modern, yang mana tidak lagi terpesona
oleh lingkungannya (sikap mistis) dan tidak lagi dengan kepala dingin mengambil
jarak dengan objek penyelidikan (sikap ontologis), namun manusia ingin
mengadakan relasi-relasi baru, sesuatu kebertautan yang baru terhadap sesuatu dalam lingkungnnya.
Malinoski dengan teori
fungsionalismenya dalam bukunya yang berjudul “A Scientific Theori Of Cuture And Other Essays” menyatakan, bahwa
segala aktifitas kebudayaan itu sebenarnya bermaksud memuaskan suatu rangkain
dari sejumlah kebutuhan naluri makhluk manusia yang berhubungan dengan seluruh
kehidupannya.
H.
Proses
Pembudayaan Budaya
Proses pembudayaan
budaya dapat tercipta melalui beberapa tahap, diantaranya :
1. Proses
Belajar Budaya
a. Proses
internalisasi
b. Proses
sosialisasi
c. Proses
enkulturasi
2. Proses
Perkembangan Budaya
a. Cultural
evolution
b. Diffusion
proses
c. Alkulturation
process
d. Assimilation
process
e. Innovation
f. Discovery
and invention
BAB
3
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
A.
Manusia
Sebagai Makhluk Individu
Manusia atau orang daoat diartikan berbeda-beda dari
segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homosapiens (bahasa latin yang
berarti “manusia yang tahu”), sebuah proses proses golongan primate dari
golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal
kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsef jiwa yang berpariasi dimana, dalam
agama dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ke Tuhanan atau makhluk
hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam
antropologi kebudayaan mereka dijelaskan mereka dijelaskan berdasarakan
penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta
perkembangan teknologinya, dan terutatama berdasarkan kemampuan untuk membentuk
kelompok dan lembaga untuk dukungan saqtu sama lain serta pertolongan.
1. Manusia
Menurut Agama Islam
Manusia
dalam Al-quran, manusia dipaqnggil dengan beberapa istilah antara lain
al-insan, al-anas, al-abad, dan bani Adam dan sebagainya. Al-insan berarti suka,
senang, jinak, ramah, atau makhluk yang sering lupa. Al-anas berarti manusia
(jama). Al-abad berarti manusia sebagai hamba Allah. Bani Adam berarti
anak-anak adam karena berasal dari keturunan nabi Adam.
Hasil
penelitian Al-quran dapat kesimpulan bahwa manusia terdiri dari unsur-unsur:
a. Jasad,
adalah bentuk lahiriah manusia yang dalam Al-uran dinyatakan diciptakan dari
tanah.
b. Roh,
adalah daya (sejenis makhluk/ciptaan) yang ditiupkan Allah kepada janin dalam
kansungan (surah Al-hijr:29; surat Al-sajadah:9; dan surah shad:27) ketika
janin berumur 4 bulan 10 hari.
c. Nafs,
Al-quran menginformasikan bahwa yang mati itu Nafs-Nya hadis menginformasikan
bahwa roh manuisa meenuju alam barzah seementara jasad mengalami proses
pembusukan, menjelang ia bersenyawa kembali secara sempurna dengan tanah.
B.
Manusia
Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan
sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya
sendiri karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan symbol untuk
mreengomunikasikan pemikiran dan perasaannya. Manusia tidak dapat menyadari
individualitas kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Dapat disimpulkan bahwa sosial ini merujuk padu
hubungan-hubungan manusia dalam kemasyarakatan hubungan antar manusia, hubungan
manusia antar kelompok serta hubungan
manusia dengan organisasi untuk mengembangkan dirinya.
Aristoteles mengatakan bahwa hidup yang tidak hidup
dalam masyarakat ialah sebagai seseorang malaikat atau seorang hewan.
1. Karakteristik
manusia sebagai makhluk sosial, memiliki unsure-unsur keharusan biologis, yaitu:
a. Dorongan
untuk makan
b. Dorongan
untuk mempertahankan diri
c.
Dorongan untuk melansungkan jenis
Dalam perkembangannya manusia juga
mempunyai kecendrungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri untuk
melihat kehidupan masyarakat yang
teerdiri dari:
a.
Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan
b. Penghematan
tenaga
2. Kedudukan
manusia sebagai makhluk sosial, artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam
kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi
kebutuhan sendiri.
3.
Pengembangan manusia sebagai makhluk
sosial, didalam kehidupannya manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia
memiliki keinginan bersosialisai dengan sessamanya. Ini merupakan salah satu
kodrat manusia adalah selalu ingin beerhubungan dengan manuisa lain. Hal ini
menujukan kondisi yang interdependesi. Didalam kehidupan manusia selanjutnya,
ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga
negara.
C. Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Tuhan dipahami sebagai zat mahakuasa dan asas dari
suatu kepercayaan. Suatu yang perlu diyakini oleh semua manusia bahwa segala
yang ada dalam alam semesta ini ada yang menciptakannya, yaitu Tuhan Yang Maha
Esa. Diantara makhluk ciptaan Tuhan, manusia merupakan makhluk yang mempunyai
keistimewaan, yaitu memiliki akal budi.
Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang
diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jika diamati secara
seksama benda-benda atau makhlluk ciptaan Tuhan yang ada disekitar kita, mereka
memiliki unsure yang melengkapi unsur yang melekat padanya, yaitu unsure hidup,
benda, hidup, naluri dan akal budi.
1. Hakikat
manusia seebagai makhluk Tuhan
Manusia didudukan sebagi kodrat ,
harkat, martabat, hak dan kewajibannya.
a. Kodrat
manusia adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemampuan atau bakat-bakat alami
yang melekat pada manuisa.
b. Harkat
manusia adalah nilai manusia sebagai Makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Harkat artinya derajat
manusia.
c. Martabat
manusia artinya harga diri manusia. Adalah kedudukan manusia yang terhormat
sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berakal budi sehingga manusia
mendapat tempat yang tinggi disbanding makhluk lain.
d. Hak
asai manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugera
Tuhan Yang Maha Esa.
e. Kewajiban
manusia adalah keharusan untuk melakukan sesuatu sebagai konsekuensi manusia
sebagi mahluk individu yang mempunyai hak-hak asasi.
2. Konsep
Manusia Dalam Islam
Konsef manusia dalam islam dapat dilihat dalam QS
Al-mu’minun (23):12:14. Menurut ayat tersebut manusia diciptakan Allah SWT dari
saripati tanah (sulatatin min thin) yang dijadikan kemudian nuthfah itu
dijadikan segumpal daging. Lalu sgumpal daging dijadikan tulang. Tulang dibalut
dengan daging yang kemudian dijadikan Allah SWT sebagi makhluk.
Unsure subtansi immateri:
a. Roh
b. Hati
c. Potensi
manusia (akal)
d. Nafsu
3. Tanggung
jawab manusia sebagai makhluk Tuhan
Adalah dimana tindakan
manusia tidak bias lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai
kitab suci melalui berbagai macam agam. Dalam hubungan denagan Tuhan, manusia
menampatkan posisinya sebagai ciptaan dan Tuhan sebagai pencipta. Posisi ini
memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada
penciptanya, yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan meenjauhi larangan-Nya.
BAB
4
MANUSIA
DAN PERADABAN
A.
Pengertian
Adab Dan Peradaban
Manusia adalah makhluk
yang beradab sebab dianugrahi harkat, martabat serta potensi kemanusiaan yang
tinggi. Hal ini sesuai dengan realita bahwa manusia memerlukan kesopanan,
akhlak dan kehalusan budi pekerti dalam melakukan kontak sosial dengan
masyarakat luas.
Masyarakat yang beradap
dapat diartikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan
budipekerti .
Istilah peradaban dalam bahasa
Inggris disebut civilization. Istilah
peradaban sering dipakai untuk menunjukan pendapat dan penilaian kita terhadap
perkembangan kebudayaan. Peradaban berasal dari kata ‘adab’ yang berarti
kesopanan, kehormatan, budi bahasa dan etika. Manusia beradap dapat diartikan
sebagai manuisa yang memiliki akhlak
yang mulia, yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti.
B.
Masyarakat
Madani
Masyarakat madani
diprediksi sebagai masyarakat yang berkembang sesuai dengan poteni budaya ,
adat istiadat dan agama.
Masyarakat madani adalah masyarakat
yang berbudaya namun mampu berinteraksi dengan dunia luar yang modern sehingga dapat terus berkembang dan maju.
C.
Tradisi
dan Modernisasi
Tradisi adalah adat
istiadat atau kebiasaan yang turun temurun dan masih dijalankan dimasyarakat.
Modernisasi adalah
proses penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kedalam semua seegi kehidupan
manusia dengan tingkat yang berbeda-beda tetapi tujuan utamanya untuk mencapai
tahap hidup yang lebih dan nyaman.
D.
Peradaban
Dan Problematika
Peradaban adalah sebuah
istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsure-unsur
kebudayaan yang dianggap halus, indah, dan maju.
Problematika peradaban
di Indonesia yang timbul akibat globalisasi diantaranya dapat dilihat dalam
bidang bahasa, kesenian dan juga yang terpenting dalam kehidupan sosial.
BAB
5
MANUSIA
KERAGAMAN DAN KESETARAAN
A.
Unsur-unsur
Keragaman
Keragaman berasal dari
kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya:
1.
Tingkah laku
2.
Macam jenis
3.
Lagu/music;langgam
4.
Warna;corak;ragi
5.
Laras (tata bahasa)
Keragaman manusia
sudah menjadi fakta sosial dan fakta
seejarah kehidupan. Sehingga pernah muncul penindasan, perendahan,
penghancuran, penghapusan rasa atau etnis tertentu.
Konsef keragaman
mengandaikan adanya hal-hal yang lebih dari satu, keragaman menunjukan bahwa
keragaman yang lebih dari satu itu
berbeda-beda heterogen bahkan tidak bisa disamakan. Keragaman Indonesia
terlihat dengan jelas pada aspek-aspek geografis, etnis, sosio-kultural dan
agama serta kepercayaan.
B.
Hakikat
Keragaman Dan Kesetaraan Manusia
Berdasarkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ragam berarti:
1. Sikap,
tingkah laku, cara
2. Macam,
jenis,
3. Musik,
lagu, lagam
4. Warna,
corak
5. Laras
(tata bahasa)
Keragaman menunjukan
adanya banyak macam atau banyak jenis. Keragaman manusia dimaksudkan bahwa
setiap manusia memiliki perbedaan. Perbedaan ini adalah karena manusia adalah
makhluk individu yang setiap individu memiliki cirri-ciri khas tersendiri.
Kesetaraan manusia bermakna bahwa
manusia sebagai makhluk Tuhan memiliki tingkat atau kedudukan yang sama.
Bersumber dari pandangan bahwa semua manusia itu tanpa dibedakan adalah
diciptakan dengan kedudukan yang sama, yaitu sesebagai makhluk mulia dan tinggi
derajat nya disbanding makhluk lain. Dihadapan Tuhan, semua manusia adalah sama
derajatnya. Yang membedakan nantinya adalah tingkat ketaqwaan manusia tersebut
terhadap Tuhan.
C.
Pelapisan
Sosial Dan Kesamaan Derajat
1.
Pengertian
pelapisan sosial
Adalah pembedaan antar
warga dalam masyarakat kedalam kelas-kelas sosial secara bertingkat . wujudnya
adalahterdapat lapisan-lapisan didalam sosial secara bertingkat. Wujudnya
adalah terdapat lapisan-lapisan didalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi dan
rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan
dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya
lapisan sosial seseorang itu disebabkan
oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan dibidang ekonomi, nilai-nilai
sosial, serta kekuasaan dan wewenang.
2.
Pengertian
kesamaan derajat
Adalah suatu sifat yang
menghubunngkan antara manusia dan
lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota
,asyarakat memiliki hak dan kewajiban,
baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara.
Pelapisan sosiall dan
kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan dengan sama lain.
Pelapisan sosial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat, yaitu
antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan kesamaan derajat adalah suatu
yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada
perbedaan kekuasan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga
tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.
D.
Kemiskinan
Sebagai Masalah Sosial
Maslah sosial adalah suatu
ketidak sesuaian antara unsure-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang
membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara
unsure-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti
kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul
akibat terjadinya pperbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan
realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial, yaitu seperti
proses sosial dan bencana alam,. Adanya masalah sosial dalam masyarakat
ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh
masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain
sebagainya.
1.
Kemiskinan
Karena Kelahiran Tinggi
Kelompok masyarakat
yang tidak maju lebih sering dan cenderung disebut kaum miskin yang sarat
dengan kemiskinan. Kemiskinan ini juga selalu mengalami pertumbuhan dengan
pesat atau bertambah banyak jumlahnya
terutama karena angka kelahiran tinggi. Angka kelahiran kaum miskin di
negara-negara keiga termasuk wilayah-wilayah tertentu di Indonesia yang tinggi,
pada konteks tertentu, tidak seimbang dengan tingkat kematian.
2.
Kemiskinan
Karena Menutup Diri Dari Pengaruh Dunia Luar
Hubungan sosial antara
manusia, dan antara masyarakat bersiafat mempengaruhi satu sama lain. Namun
tidak menuntut kemungkinan walau tejadi interaksi, ada kelompok atau komunitas
yang tidak pantastis, akibatnya mereka tidak mengalami kemajuan yang berarti
sehingga mereka tetap dalam keberadaannya, yaitu kemiskinan.
3.
Kemiskinan
Karena Korban Ketidak Adilan Para Penguasa
Para pengusaha
teknologi dan industry tetap membutuhkan kaum miskin yang pendidikannya
terbatas untuk dipekerjakan sebagai buruh
dan dengan itu, karena dengan alas an kurang pendidikan, mereka dibayar
diwawah standar atau sangat rendah, serta umumnya, tanpa tunjangan keseehatan,
transportasi, uang makan, dan lain sebagainya.
Para buruh tersebut
harus menerima keadaan itu karena membutuhkan nasi dan pakaian untuk bertahan
hidup. Akibatnya, menjadikan mereka tidak mampu meningkatkan kualitas hidupnya.
Secara langsung, mereka telah jadi korban ketidak adilan para pengusaha
konglomerat hitam yang sekaligus sebagai penindas dan pencipta langgengnya
kemiskinan.
4.
Kemiskinan
Karena Adanya Pembiaran-pembiaran Yang Dilakukan Oleh Penguasa Dan Pengusaha
Situasi dan kondisi
kehidupan komunitas masyarakat (mereka yang tersisih dan tertinggal) miskin
diperparah lagi dengan tanpa kesempatanmemperoleh pendidikan, tiingkat
kesehatan rendah, serta berbagai keterbatasan, dan ketidak mampuaan lainnya.
Masyarakat miskin seperti itu tetap terjadi suatu ketergantungan. Jika ada
bencana alam, mereka dibutuhkan agar bisa melakukan charity adventerial, atau
tindakan bantuan sosial yang mengandung nilai bahwa sang pemberi bantuan
sebagai orang baik hati serta mempunyai kepedulian kepada kaummiskin (misalnya,
jika terjadi bencana tsunami, banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran).
Perhatian kepada kaum miskin yang hanya berupa charity adventerial ini, bisa
dan biasa dilakukan oleh pejabat, penguasa, tokoh agama, politik, artis dan
lain sebagainya. Dengan itu, menghasilkan kaum miskin yang tetap menengadahkan
tangan untuk meminta belaskasihan akibat penderitaan.
5.
Mereka
Menjadi Miskin Karena Manajemen Keuangan Yang Buruk
Sejarah dengan
perubahan waktu keturunan (pada umumnya generasi ketiga dan keempat) orang-orang
yang tadinya kaya tersebut ternyata menjadi miskin. Masyarakat atau orang lain
yang mengenalnya hanya bisa bercerita dan mengenang orang tua atau kakek dan
nenek mereka yang kaya raya.
Hal itu terjadi karena
keluarga-keluarga kaya raya tersebut memanage keuangan ataupun harta bendanya.
Bisa saja terjadi anak-anak orang kaya (karena mengandalkan kekayaannya) tidak
mau menata diriny dengan pendidikan yang baik, akibatnya mereka menjadi orang
kaya yang bodoh. Dalam sikon kebododhan itu, mereka tidak mampu mengelola harta
dengan baik dan benar. Mereka hanya bisa menjual harta benda hanya untuk
memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan. Akibatnya dalam kurun waktu tertentu
harta bend mereka habis, sehingga lambat laut mereka menjadi miskin.
E.
Peran
Pemerintah, Masyarakat, Keluarga Dalam Perkembangan Anak yang Berasal Dari
Keluarga Miskin
1.
Peran
Pemerintah
Merupakan lembaga yang
sangat berperan dalam memberantas kemiskinan walau tidak langsung berperan
dalam mengembangkan anak dari keluarga miskin agar menjadi SDM yang handal,
namun pemerintah dapat bertindak dalam memberantas kemiskinan yang setidaknya
dapat meminimilasi kuantitas keluarga miskin ada tiga hal yang dapat dilakukan
pemerintah daerah, yaitu fortifikasi, membuat produk kebijakan, dan
emepowering. Depinisi fortifikasi adalah memperkuat dengan benteng, hal ini
pemerintah melakukan perlawanan terhadap kemiskinan dengan menggunakan karakter
sendiri, contohnya label SNI (standar nasional Indonesia) jadi benteng yang
digunakan pemerintah ialah karakter negara seendiri. Kemudian pemerintah dapat
membuat kebijakan yang dapat memberikan saran dan prasarana yang menunjang agar
keluarga misjin dapat berkembang. Pemerintahpun dapat melakukan empowering atau
pemberdayaan terhadap keluarga miskin agar mereka dapat menolong diri mereka
sendiri dalam memberantas kemiskinan dan dapat mengembangkan anak yang ada
dalam keluarga tersebut menjadi SDM yang handal.
2.
Peran
Masyarakat
Kearifan local dalam
masyarakat dapat berperan dalam mengembangkan secara optimal anak dari keluarga
miskin agar menjadi SDM yang handal. Kearifan atau kebijaksanaan (wisdom)
tersebut muncul bisa jadi karena pengalaman yang selama ini terjadi telah
menjadikan sebagai jawaban dan solusi terhadap masalah yang sedang dihadapinya.
Factor keterlibatan para pendahulu, yaitu nenek moyang yang mewarisi tradisi
tersebut kepada generasi berikutnya menjadi sangat penting bagi terjaganya
kearifan tersebut.
3.
Peran
Keluarga
Keluarga adalah factor
yang paling berperan dalam perkembangann anak menjadi SDM yang optimal.
Keluargapun merupakan agen sosialisasi primer yang paling mempengaruhi prilaku
seorang anak. Oleh karena itu, dukungan oranng tua sangat diperlukan seorang
anak tersebut menjadi optimal. Permasalahanya, rata-rata keluarga miskin
memiliki pengetahuan yang minim sehingga banyak anak yang akhirnya
terbengkalai, dipaksa kerja dan lain sebagainya. Karena itulah keluarga miskin
harusnya diintervensi terlebih dahulu agar dapat memberikan dukungan penuh
terhadap perkembangan anak tersebut.
BAB
6
MANUUSIA
MORALITAS DAN HUKUM
A.
Etika
Dan Moral
Etika merupakan ilmu
pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan
manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan atau pola
tingkah laku yang dihasilkan oleh akal
manusia. Dengan adanya etika bersifat relative, yakni dappat berubah-ubah
sesuai dengan tunntunan zaman.
Etika diartikan sebagai
“ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya
perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak dan didasari oleh pemikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan”.
Etika secara etimologi, berasal dari
bahasa Yunani, yaitu “Ethos” yang berarti watak kesusilaan atau ada kebiasaan
(custom), norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah, dan ukuran-ukuran bagi tingkahlaku
manusia yang baik. Dan menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan
prilaku, adat kemanusiaan dalam pergaulan antar sesamanya dan menegaskan mana
yang benar dan mana yang buruk.
1. Etika
Deskritif
Etika yang menelaah secara kritis dan
rasional tentang sikap dan prilaku manusia , serta apa yang dikejar oleh setiap
orng dalam hidupnya agar sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya berbicara
mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan prilaku manusia sebagai suatu fakta
yang terkait situasi dan realitas yang membudaya.
2. Etika
Normalitif
Etika yang menetapkan bebagai sikap dan
prilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia dn tindakan apa yang
bernilai Dallam hidup ini. Jadi etika normalatif merupakan norma-norma yang
dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal
yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku
dimasyarakat.
Moral,
secara etimologi ostilah “moral” berasal dari bahasa latin. Bentuk tunggal dari
kata moral yaitu “mos” sedangkan bentuk
jamaknya adalah kebiasaan, adat. “moralitas” (dari kata sifat latin moralitas)
mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan ‘moral’, haya ada nada lebih
abstrak. Berbicara ‘moralitas suatu perbuatan’, artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan
tersebut. Moralitas adalah sifat moral atau
keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.
B.
Manusia
Dan Moralitas
Moralitas adalah sopan
santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau sopan santun.
Moralitas adalah pedoman yang dimilliki individu atau kelompok mengenai apa
yang benar dan salah berdasarkan standar moral. Moralitas dapat berasal dari
sumber tradisi atau adat, agama atau
sebuah ideologi atau gabungan dari berbagai sumber. Standar moral ialah
standar yang berkaitan dengan persoalan yang dianggap mempunyai
konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas
kekuasaan, melebihi kepentingan sendiri, tidak memihak dan pelanggarannya
diasosiasikan dengan perasaan bersalah, malu, menyesal, dan lain-lain.
Masalah moral merupakan masalah
kemanusiaan, jadi sudah sewajarnya apabila daoam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara masalah moralitas menjadi masalah penting yang harus
diperhatikan dalam rangka meningkatkan hubungan sosialnya dengan masyarakat
sekitarnya yang merupakan realitas
kehidupan yang harus dihadapi.
C.
Manusia
Dan Agama
Agama
memberikan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki potensi untuk berakhlak
baik (takwa) atau buruk (fujur) fotensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri
manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah dan hawa nafsu, seperti
naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman. Apa bila potensi takwa
seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka prilaku
manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi
potensi fujurnya (mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba atau
main judi) . agar hawa nafsu itu terkendali, maka potensi takwa itu harus
dikembangkan, yaitu melalui pendidikan agama dari sejak usia dini.
Apabila
nilai-nilai agama telah terinternalisasi
dalam diri seseorang maka ia akan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia
yang bertaqwa, yang salah satu karakternya adalah mampu mengendalikan diri
(self control) dari pemuasan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
D.
Hukum
Dan Moralitas
Achmad Ali menyatakan
hukum adalah perangkat norma tentang apa yang benar dan apa yang salah, yang
dibuat dan akui eksitensinya oleh pemerintahnya yang dituangkan baik dalam
aturan tertulis (peraturan) maupun tidak tertulis yang mengikat d\an sesuai
dengan kebutuhan masyarakatnya secara keseluruhan dan dengan ancaman sangsi
bagi pelanggaran aturan tersebut.
Hukum harus mencangkup
tiga unsure, yaitu kewajiban, moral, dan aturan. Istilah moralitas kita kenal
secara umum sebagai suatu sistem peraturan-peraturan prilaku sosial, etikka
hubungan antar orang. Membahas hukum dan moralitas dalam islam, ada yang
menyatakan bahwa ayat-ayat hukum sangat terbatas, terlebih lagi terkait hukum
pidana; perzinahan, pendakwaan, pencurian, dan pemberontakan.
1.
Potret
Hukum dan Moralitas Bangsa Indonesia
Hukum
tidak dapat dipisahkan dari aspek moral. Apabila hukum belum secara konkret
mengatur, sedangkan moralitas telah menuntut untuk ditranspormasikan oleh
karena itu, moralitas harusnya diutamakan. Hukum bukanlah suatu tujuan. Hukum
itu sendiri diciptakan bukanlah semata-mata untuk mengatur, tetapi lebih dari
itu untuk mencapai tujuan yang luhur, yakni keadilan, kebahagiaan, dan
kesejahteraan rakyat.
2.
Hukum
dan Moral Sebuah Seruan Etis
Hubungan antara hukum
dan moral sanat erat sekali, ada pepatah Roma mengatakan “apa artinya
undang-undang kalau tidak disertai moralitas?”. Dengan demikian hukum tidak
akan berarti tanpa dijiwai moralitas, hukum akan kosong tanpa moralitas. Oleh
karena itu, kualitas hukum harus diganti dengan demikian hukum bisa
meningkatkan dampak sosial dari moralitas. Hukum hanya membatasi diri dengan
mengatur hubungan antar manusia yang relavan.
3.
Problem
Moral Penegakan Hukum
Menurut Thomas Koten
mengemukakan sosok hukum lebih dipakai sebagai alat pemenuhan kepentingan
orang-orang kuat secara politik dan ekonomi daripada sebagai jalan terciptanya
keadilan yang member ruang bagi kesejahteraan rakyat dan mematrikan keagungan
negara sebagai negara hukum.
Berbagai kritik dan
saran public sudah begitu kerap dilontarkan kepada aparat penegak hukum. Tetapi
eronisnya hingga kini belum juga muncul kesadaran yang diikuti perbaikan
terhadap cara berpikir dan cara mempraktikan hukum secara benar.
BAB
7
MEMANUSIAKAN
MANUSIA
A.
Manusia
Dan Keadilan
Keadilan adalah kondisi
kebenaran ideal secara moral mengenai suatu hal, baik menyangkut benda atau
orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang
besar.
Keadilan merupakan
suatu hasil pengambilan keputusan yang mengandung kebenaran, tidak memihak,
dapat dipertanggung jawabkan dan memperlakukan setiap orang pada kedudukan yang
sama didepan hukum. Perwujudan keadilan dapat dilaksanakan dalam ruang lingkup
masyarakat bernegara dan kehidupan bermasyarakat internasional.
a.
Keadilan komutatif
Hubungan
pribadi dengan pribadi. Dalam hubungan ini harus ada perlakuan sifat adil
antara sesama warga masyarakat, antara pribadi dengan pribadi . suatu hubungan
keadilan antara warga satu dengan yang lainnya secara timbale balik. Bertujuan
untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
b.
Keadilan distributive
Adalah
suatu hubungan keadilan antara negara terhadap warganya, dalam arti pihak
negara lah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk keadilan membagi dalam
bentuk kesejahteraan, bantuan, subsidi serta kesempataan dalam hidup bersama
yang didasari atas hak dan kewajiban.
c.
Keadilan legalis
Hubungan
pribadi dengan masyarakat. Dalam hubungan ini harus ada perlakuan sifat adil
dari pribadi terhadap masyarakat keseluruhan. Dalam masyarakat, pelaksanaan
tiga macam keadilan ini ada dua musuh besar, yang kedua itu merupakan
penonjolan dari penjelmaan dari salah satu sifat kodrat manusia, yaitu salah
satu sifat individu dan sifat sosial.
B.
Manusia
dan Cinta Kasih
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia W.J.S. Poerwa Darminta. Cinta adalah rasa yang sangat suka
atau rasa saying ataupun rasa sangat kasih artinya perasaan sayng atau belas
kasih.
Maka, pengertian cinta
dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta kepada
seseorang. Dan cinta kasih bisa juga diartika sebagai perasaan suka atau saying
kepada seseorang dan juga disertai dengan menaruh belas kasih.
Cinta bisa dibina
secara baik apa bila ada empat unsur, yaitu:
1. Pengasuhan
2. Tanggung
jawab
3. Perhatian
4. Pengenalan
Cinta adalah perasaan (rasa) suka
terhadap makhluk hidup (manusia)
sedangkan kasih adalah perasaan kasih atau belas kasih terhadap makhluk hidup (manusia).
Jadi cinta kasih dapat diartikan suatu perasaan manusia yang berdasar pada
ketertarikan antara makhluk hidup (manusia) dengan didasari pula rasa belas
kasih.
C.
Manusia
Dan Penderitaan
Penderitaan adalah
bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata
derita berasal dari kata sangsekerta yang artinya menahan atau menanggung .
derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki
penderitaan berbeda-beda. Manusia dikatakan menderita apabila dia memiliki
masalah, depresi karena tekanan hidup, dll.
Penderitaan termasuk
realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat,
ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibatnya penderitaan yang
bermacam-macam ada yang mendapat hikmah besar dari satu penderitaan, ada pula
yang menyebabkan. Kegelapan dalam
hidupnya.oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan
juga dapat “menular” dari seeseorang kepada orang lain, apa lagi kalau yang
ditulari itu masih sanak saudara.
D.
Manusia
Dan Tanggung Jawab
Pada dasarnya manusia
dan tanggung jawab itu berada dalam suatu naungan atau berdampingan. Tanggung
jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkahlaku atau perbuatannya baik
disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai
wujud dan atas perbuatannya. Mesiat manusia memiliki tanggung jawabnya
masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau mahasiswa akan
belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa atau mahsiswinya,
tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, dan tanggung jawab
manusia kepada Tuhan yang telah menciptakan kita.
Selain tanggung jawab,
dalam diri manusia juga terdapat pengabdian . pengabdian dapat diartikan
sebagai pilihan hidup seseorang ataukah ingin mengabdi kepada orang tua, kepada
agam dan Tuhan ataupun kepada bangsa dan negara dimana pengabdian akan
mengandung unsure pengorbanan dan kewajiban untuk melakukannya yang biasanya
akan dihargai dan tergantung dari apa yang diabdikannya.
E.
Manusia
Dan Pandangan Hidup
Setiap manusia didunia
ini tentu mempunyai pandangan hidupnya masing-masing yang perlu dipersiapkan
secara rinci sejak dini agar dapat telaksanakan sesuai dengan harapan pada
waktun yang tepat. Pandangan hidup sendiri bersifat kodrati yang telah
diberikan Tuhan kepada setiap Manusia. Adapun pengertian pandangan hidup itu
adalah pendapat ataupun pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan atau petunjuk hidup didunia agar dapat
menjalani hidup yang lebih baik lagi dengan adanya pandangan hidup tersebut.
Pandangan atau pertimbangan disini merupakan hasil pemikiran manusia itu
sendiri yang berdasarkan pengalaman hidup atau sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pada dasarnya,
pandangan hidup mempunyai empat unsure yang saling terkait satu sama lain yang
tidak dapat terpisahkan yaitu cita-cita kebijakan, usaha, dan keyakinan atau
kepercayaan.
F.
Manusia
dan Kegelisahan
Kagelisahan berasal dari
kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram hati atau merasa selalu
khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidaksabar lagi (menanti), cemas dan
sebagainya. Kegelisahan menggmbarkan seseorang tidak tentram hati maupun
perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik.
Rasa gelisah ini sesuai sesuatu pendapat yang menyatakan manusia yang gelisah
itu dihantui rasa khawatir atau takut. Manusia suatu saat dalam hidupnya akan
mengalami kegelisahan. Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan
untuk merasa bahagia.
Manusia selama ini
seringkali tenggelam dalam kegelisahan. Berbagai penyebab kegelisahan telah
menyita waktu dan perhatian manusia, dan sayangnya banyak yang tidak menyadari
betapa mengganggunya kegelisahan itu. Kegelisahan yang timbul dalam dirikita
sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kit ciptakan mereka didalam pikiran kita
melalui ketidak mampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan
keakuan dan melalui kehayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai
setiap kejadian atau benda.
G.
Manusia
Dan Harapan
Harapan berasal dari
kata harap yang berarti keinginan supaya
sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat
terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan seseorang.
Setiap manusia memiliki
harapan, manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal
sekalipan mempunyai harapan, biasanya pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut
tergantung kepada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan
masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak
mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang
berlebihan tentu menjadi seebuah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti pribahasa “si pungguk
merindukan bulan”
Berhasil atau tidaknya
suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.
BAB 8
MANUSIA,
SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI
A.
Pengertian
Sains
Sains bermula dari baha
asing “science” berasal dari kata latin “scientien” yang berarti saya tau. Kata
science berarti ilmu pengetahuan yang terdiri dari ilmu social science (ilmu
pengetahuan sosial) dan natural science (ilmu pengetahuan alam). Namun, dalam
perkembangannya science diterjemahkan sebagai sains yang berarti ilmu
pengetahuan alam (IPA) saja, walaupun pengertian ini kurang pas dan
bertentangan dengan etimologi.
B.
Pengertian
Teknologi
Teknologi sebenarnya
berasal dari bahasa Prancis yaitu “La Teknigue” yang dapat diartikan dengan “
semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara
rasional”. Dalam hal ini yang dimaksud dengan sesuatu tersebut dapat saja
berupa benda atau konsep, pembatasan
cara, yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian
pembuatan atau perwujudan sesuatu
tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetis).
C.
Manusia
Sebagai Subjek, dan Objek IPTEK
Kemajuan teknologi
adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini , karena
kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu peengetahuan.
Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentuk/ekstensi kemampuan dari manusia.
Ilmu pengetahuan, dan
teknologi adalah suatu pemahaman tentang suatu pengetahuan, yang memiliki
pungsi untuk mencari, menyelidiki, dan menyelsaikan suatu hipotetis. Ilmu juga
merupakan suatu pengetahuan yang telah teruji kebenarannya.
Berkat kemajuan ilmu
dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang
canggih untuk berbagai kegiatan, sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan.
D.
Pemanfaatan
Dan Penyalahgunaan IPTEK
Perkembangan dunia
IPTEK yang dimiliki pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan
peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut
kemampuan fisik cukup besar kini relatip sudah bisa digantikan oleh perangkat
mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah meengalih fungsikan tenaga
otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menabjukkan.
Namun, manusia tidak
bisa pula menitu diri bahwa akan kenyataan IPTEK mendatangkan malapetaka dan
keseengsaraan bagi manusia. Kalaupun IPTEK mampu mengungkapkan semua tabir
rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti IPTEK sinonim dengan kebenaran. Sebab
IPTEK hanya mampu menampilkan kenyataan.
BAB
9
MANUSIA
DAN LINGKUNGAN
A.
Manusia
Sebagai Makhluk Hidup
Telah merupakan pendapat psikologi modern
bahwa manusia selain merupakan mahkluk
biologis yang sama dengan makhluk hidup lainnya, adalah juga makhluk yang
mempunyai sifat-sifat tersendiri yang berbeda dengan makhluk dunia lainnya.
1.
Ciri-ciri Manusia Sebagai Mahkluk Hidup
a. Tubuh
manusia,kepala,leher dll.
b.
Terdapat protoplasma, protoplasma
merupakan bagian terpenting dari sel
c.
Mempunyai
bentuk dan ukuran mahkluk hidup dapat dikenali ciri khas yang ada padanya
dengan melihat bentuknya.
d.
Melakukan aktivitas-aktivitas kehidupan
1)
Makan, makanan nutrisi diperlukan oleh
mahkluk hidup
2)
Metabolisme, merupakan modifikasi
senyawa kimia
3)
Tumbuh dan berkembang, pertumbuhan
adalah penambahan biomassa.
4)
Reproduksi, Mahkluk hidup yang tidak
berkembangbiak menghasilkan keturunan akan punah dimakan waktu. Jadi setiap
makhluk hidup memiliki cara masing-masing untuk berkembang biak.
5)
Melakukan adaptasi, semua mahkluk hidup
perlu melakukan penyesuaian diri dengan fungsi tubuh.
6)
Bergerak, bergearak adalah merupakan
perubahan posisi tempat tinggal
7)
Memiliki sistem transport, transportasi
disini ialah proses pengedaran berbagai zat
8)
Peka terhadap ransang(irittabilitas). Kemampuan
untuk beraksi terhadap rangsangan dari lingkungan disebut denagan istilah
iritabilitas
9)
Memiliki sistem regulasi. Pengertian
sistem regulasi adalah sistem pengaturan yang ada didalam tubuh makhluk hidup
untuk dapat hidup seimbang, serasi, dan selaras, yang diatur oleh syaraf dan
hormone.
10) Eksresi. Adalah proses pengeluaran sisa-sisa
metabolisme tubuh
2. Sifat-sifat
manusia sebagai mahkluk hidup
a.
katan-ikatan biologis, sebagai kontras
terhadap eksistensi manusia.
b.
mahkluk adalah satuan hidup, mahkluk
mempunyai bagian-bagian tubuh
c.
sistem energi yang dinamis , sebagai
mahkluk hidup manusia selalu menumbuhkan energi untuk mempertahankan hidupnya
d.
pertumbuhan yang mengikut pola tertentu,
pertumbuhan manusia tidak dapat dipisahkan denagn proses pematangan organ-organ
tubuh
3. Manusia
sebagai mahkluk sosial
Didalam kehidupannya,manusianya tidak
hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan
sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin
berhubungan dengan manusia lainnya.
B.
Pengertian
Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antar kondisi
fisik yang mencakup sumber daya seperti tanah,air, energy surya, mineral, serta
flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun didalam lautan, dengan
kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seeperti bagaimana menggunakan
lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan
terbagi 2 yaitu:
1. komponen biotik(mahkluk hidup)
2. komponeni atas 2 jenis yaitu: abiotik(benda
mati)
Komponen biotik dalam
ekosistem terdiri atas 2 yaitu:
1. komponen autotrofik
2. komponen heterotrofik
Masing-masing komponen ini diuraikan sb:
1.komponen abiotik
2.komponen produsen
3.komponen konsumen
(resosoedarmo dkk)sb:
1.konsumen partama
adalah golongan herbivora
2.golongan kedua adalah
karnivora kecil
3.golongan ketiga adalah
karnivora besar
4.mikrokonsumen ketiga
adalah tumbuhan atau binatang
5.komponen pengurai
yaiti mikroorganisme
C.
Memanusia
dan Lingkungan Hidup
Manusia mendapatkan unsur-unsur yang
diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan
1. lingkungan alam
Adalah segala sesuatu
yang berhubungan dengan alam
2. lingkungan sosial budaya
Adalah segala sesuatu
yang berhubungan denagn pola-pola hubungan sosial
3. hakikat manusia sebagai objek dan subjek
lingkunagn berarti manusia dikendalikan oleh manusia
D.
Jumlah
Penduduk dan Lingkungan Hidup
Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan
oleh alam. Untuk menjaga kelansungan hidupnya, manusia melakukan ekspotasi
terhadap alam dapat menimbulkan berbagai masalah, terutama pada sumber daya
alam yang tidak dapat diperbaharui.
1. Ketersediaan
air bersih. Air merupakan sumber kehidupan sebagian besar makhluk hidup terdiri
atas air. Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat besar
manfaatnya bagi manusia.
2. Ketersediaan
pangan. Untuk bertahan hidup manusia membutuhkan makanan. Dengan bertambahnya
jumlah populasi penduduk, maka jumlah makanan yang diperlukan juga semakin
banyak. Akibatnya, penduduk dapat kekurangan gizi atau bahkan kekurangan
pangan.
3. Ketersediaan
lahan, kepadatan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan
untuk tempat tinggal, sarana penunjang, kehidupan, industry, tempat pertanian,
dan sebagainya.
4. Ketersediaan udara bersih. Didaerah padat
penduduk seperti diperkotaan, banyaknya pengendara bermotor membuat udara
menjadi tercemar.
E.
Kerusakan
Alam dan Lingkungan
Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan
dari lingkungannya
Unsur-unsur lingkungan hidup
1.unsur
hayati
2.unsur
sosial budaya
3.unsur
fisik
1. Bentuk
kerusakan lahan akibat peristiea alam
Dampak rusaknya lahan telah banyak
melanda indonesia peristiwa alam yang berdampak pada kerusakan lingkunagan
hidup anatar lain:
1.letusan
gunung berapi
2.gempa
bumi
3.angin
topan
2.
Kerusakan lingkungan hidup karena faktor
manusia beberapa bentuk letusan lahan karena faktor manusia antara lain:
1.terjadinya
pencermaran
2.terjadinya
banjir
3.terjadinya
tanah longsor
Beberapa
ulah manusia
1.pemburuan
liar
2.merusak
hutan bakau dll.
DAFTAR
PUSTAKA
Albani Nasution, Muhammad Syukri., dkk. 2015. Ilmu Sosial
Budaya Dasar. Jawa Tengah:PT Raja Grafindo Persada.