Selasa, 03 Januari 2017

Isu Lingkungan

Diposting oleh Monica Mini di 20.58 0 komentar
·               -  Banjir
Banjir di Garut di Kecamatan Torogong Kidul, di daerah aliran Sungai Cimanuk. Rabu 21 september 2016.
Penyebabnya: air sungai Cimanuk meluap akibat hujjan yang turun sejak selasa dalam intensitas tinggi dan berdurasi panjang ditambah tingginya tingkat kerentanan tanah,  ketinggian mencapai 1,5-2 meter.

·          - Kekeringan
Kekeringan di Bantul, Tanah lahan pesawahan yang berada di kawasan Kadisono, Kecamatan Pajangan mulai mengering, Selasa (26/5/2015).
Penyebab: Musim kemarau yang mulai terasa beberapa hari terakhir, membuat ribuan hektar sawah di 3 kecamatan masing-masing Kretek, Sanden dan Srandakan terancam kekeringan.
Pasalnya, pasokan air dikhawatirkan tak sampai ke 3 wilayah itu, mengingat intake (sudetan) Bendungan.

Kesimpulan:
Kedua bencana alam tersebut  tidak bisa dihindari, sebagiannya karena ulah manusia dan juga faktor alam yang berubah-ubah. Tetapi dapat ditanggulangi.



Nama-nama Anggota Kelompok.
1. Irawati
2. Marfuah
3. Monica Juwita
4. Veronika

Rabu, 23 November 2016

Diposting oleh Monica Mini di 18.27 6 komentar
Pertanyaan 1-5
11.  Apa saja faktor perubahan kebudayaan?
22.  Sebutkan dan jelaskan kedudukan manusia sebagai makhluk Tuhan?
33.   Bagaimana hakikat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial?
44.   Sebutkan komponen ISBD ssebagai MBB dasar yang harus dipakai oleh mahasiswa?
55.  Apa saja faktor-faktor dari peradaban suatu bangsa?

Selasa, 15 November 2016

Diposting oleh Monica Mini di 06.59 1 komentar
BAB 1

PENDAHULUAN: HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ISBD
           
Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya. Dan masalah-masalah yang menyertainya, sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapakan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang digunakan untuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
A.                Pengertian Ilmu Sosial Budaya Dasar
Adalah sebagai integrasi ISD dan IBD yang memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasisawa sehingga mampu mengkaji masalah sosial dan kemanusiaan dan budaya, dan selanjutnya mahasiswa peka, tanggap, kritis seerta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
ISBD sebagai kajian masalah sosial kemanusiaan, dan budaya sekaligus pula membeir dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu sesuai yang terintegrasi. ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah  suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang ada dalam kehidupan sebagai makhluk sosial, yang berbudaya dan masalah-masalah yang terwujut daripadanya.

B.              Latar Belakang Pentingnya ISBD
Ada empat landasan yang melatar belakangi pentingya dalam mempelajari ISBD, yaitu:
1.      Landasan Historis
a.       Nenek moyang kita beragama terbukti dengan peninggalan sejarah
b.      Memiliki warisan budaya dan peradaban tinggi
c.       Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, cinta damai toleran, dan bergotong royonng.
2.      Landasan Filosofis
a.       Bangsa Indonesia memiliki filsafah hidup pancasila
b.      Ketuhanan Yang Maha Esa
c.       Kemanusia yang adil dan beradab
d.      Persatuan Indonesia
e.       Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
f.       Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
3.      Konteks Karakter Bangsa
a.       UUD 45 Pasal 30, 31.
b.      UU No. 20 TH 2003 tentang sisdiknas.
4.      Landasan Pendagogis
a.       Mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya diperlukan suatu proses secara, terencana, terus menerus berkesenambungan.
b.      Kehidupan berbangsa, bernegaradan bermasyarakat perlu adanya pewarisan pengetahuan, nilai religi dan sosial budaya
c.       Dalam pergaulan global, perlu mempertahankan jati diri sebagai bangsa yang beragam, berdaulat dan bermartabat.

C.    VISI DAN MISI ISBD
1.      Visi ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis,peka dan arif dalam memahami keragaman dan sederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika,etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
2.      Misi ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis,peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku indifidu dan mahluk sosial yang berada serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkunganya.

D.    Ruang Lingkup ISBD
Ada dua madalah yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup pembahasan mata kuliah ilmu sosial budaya dasar, dan untuk menjelaskan ruang lingkup tersebut, baiknya dipisahkan terlebih dahulu antara ISD dan IBD.
1.      Adapun ruang lingkup mata kuliah ISD yaitu:
a.       Ada berbagai aspek dalam kenyataan yang merupan suatu masalah sosial. Biasanya, masalah sosial dapat ditanggapi dengan pendekatan yang berbeda-beda oleh bidang-bidang pengetahuan keahlian yang berbeda-beda pula. Baik sebagai pendekatan sendiri maupun gabungan (antara bidang).
b.      Adanya bebagai golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri, tetapi memiliki banyak persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola-pola pemikiran dan tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan maupuan hubungan-hubungan setia kawan dan kerja sama dalam masyarakat itu. Pelajaran ISD dapat dibedakan menjadi tiga pembahasan yaitu:
1)           Kenyataan-kenyataan sosial yang dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2)           Konsep-konsep sosial atau pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial yang dibatasi pada konsep dasar atau elementer  saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.
Bertolak dari kedua konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa dalam masyarakat selalu terdapat:
a. persamaan dan peradaban pola pemikiran dan pola tingkah laku, baik secara individual maupun kelompok/golongan
b. persamaan dan perbedaan kepentingan. Persamaan dan perbedaan itu lah yang sering  timbulnya pertentangan /konflik, kerja sama, dan kesetiakawanan antar individu/golongan.
3)      Masalah-masalah sosial yang timmbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan yang lainnya saling berkaitan. Konsorsium antara bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan ISD terdiri dari delapan pokok bahasan. Maka ruang lingkup perkuliahan ISD diharapkan mempelajari dan memahami adanya:
1. berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. masalah individu, keluarga dan masyarakat
3. masalah pemuda dan sosialisasi
4. masalah hubungan antara warga negara dan negara
5. masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat
6. masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan
7. masalah pertentang-pertentangan sosial dan integrasi
8. pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

2.      Ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (ilmu  sosial budaya  dasar) kedua masalah pokok itu adalah:
a.       Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan digunakan pengetahuan budaya, (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin), didalam pengetahuan budaya maupun secara gabungan (antarbidang) berbagai disiplin dan pengetahuan budaya.
b.      Hakikat manusia yang satu atau universal, akan tetap yang beraneka ragam perwujudannya dan kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Kedua pokok masalah yang bias dikaji dalam mata kuliah IBD (ilmu budaya dasar), tampak jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian,  bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dan bagaiman pula hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang dikembangkan adalah:
1. manusia dan harapan
2. manusia dan kegelisahan
3. manusia dan tanggung jawab
4. manusia dan pandangan hidup
5. manusia dan cinta kasih
6. manusia dan keindahan
7. manusia dan penderitaan
8. manusia dan keadilan
Dari kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam pengetahuan budaya, perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, music, filsafat, dll. Masing-masing pokok bahasaan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut.




BAB 2
MANUSIA DAN ILMU HUMANIOR

A.    Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Perlu disadari bahwa setiap manusia itu pada hakikatnya tidak mungkin terlepas dari ‘hidup intern pribadi’ dan ‘ekstren kehidupan antarpribadi’. Hidup intern pribadi tersebut merupakan cerminan bahwa manusia itu sebagai makhluk individu dan sekaligus makhluk Tuhan, sedangkan kehidupan ekstren antar pribadi merupakan cerminan bahwa manusia itu sebagai makhluk sosial.
Manusia didudukan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, hak dan kewajibannya.
1.      Kodrat Manusia
Adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemampuan atau bakat-bakat alami yang melekat pada manusia, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Harkat Manusia
Artinya derajat manusia. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
3.      Martabat Manusia
Artinya harga diri manusia. Martabat manusia adalah kedudukan manusia yang berakal budi sehingga manusia mendapat tempat yang tinggi disbanding makhluk yang lain.
4.      Hak Asasi Manusia
Adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugerah dan Tuhan Yang Maha Esa, sepeti hak hidup, hak milik, dan hak kebebasan atau  kemerdekaan.
5.      Kewajiban Manusia
Artinya sesuatu yang harus dikerjakan oleh manusia. Kewajiban manusia adalah keharusan untuk  melakukan sesuatu sebagai konsekuensi manusia sebagai makhluk individu yang mempunyai hak-hak asasi. Selanjutnya, manusia dibedakan oleh Tuhan dari berbagai segi sperti panca indra, kemampuan berpikir dan sebgainya. Namun, juga dikaruniai dengan keistimewaan-keistimewaan tertentu oleh Tuhan Ynag Maha Esa seperti:
1. daya cipta rasa, dan karsa.
2. keinginan bermasyarakat
3. segala otensi sumber kekayaan alam

B.     Fungsi Akal Dan Budi Manusia
Akal adalah kemampuan berpikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki manusia. Berpikir adalah perbuatan operational yang mendorong untukk aktif berbuat demi kepentingan dan peningkatan hidup manusia. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa fungsi akal adalah untuk berpikir. Kemampuan berpikir manusia mempunyai fungsi  mengingat kembali apa yang telah diketahui sebagai tugas dasarnya untuk memecahkan masalah dan akhirnya membentuk tingkah laku.
Budi dalam bahasa sangsekerta berarti akal. Budi diartikan sebagai batin manusia, panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang  baik dan buruk segala sesuatu.
Jadi jelas bahwa pungsi akal dan budi manusia adalah menunjukan martabat manusia dan kemanusiaan menjadi pemegang amanah makhluk tertinggi dialam raya ini.
Serta manusia juga memiliki  kemampuan daya sebagai berikut:
1.      Akal, intelegensia, dan intuisi
2.      Perasaan dan emosi
3.      Kemauan
4.      Fantasi
5.      Prilaku
Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia sendiri adalah produk kebudayaan.


C.    Pengertian Budaya Dan Kebudayaan
1.      Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata sangsekerta “buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi” yang berarti budi atau akal. Dengan demikian, kebudayaan dapat  diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutin budi atau akal”. Culture, merupakan istilah bahasa Asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari bahasa Latin “colere” yang berarti mengelola atau mengerjakan (mengolah tanah atau berani). Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengelola dan mengubah alam.
2.      Pengertian Budaya
Budaya secara halfiah berasal dari bahasa latin, yaitu colore yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara lading. Budaya berasal dari bahasa sangsekerta, yaitu buddhaya, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.


3.      Pengertian Adat Dan Istiadat
Adalah aneka kelaziman dalam suatu negeri yang mengikuti pasang naik dan pasang surut situasi masyarakat. Kelaziman ini pada umumnya menyangkut pengajawantahan unjuk rasa seni budayamasyarakat, seperti acara-acara keramaian anak negeri, pertunjukan randai, seluang, rabab, tarian-tarian dan aneka kesenian yang dihubungkan dengan upacar perhelatan perkawinan, pengangkatan penghulu maupun untuk menghormati kedatangn tamu agung.
4.      Pengertian Kebiasaan
Adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian  dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau  agama yang sama.

D.    Wujud Dan Nilai Kebudayaan
Prof. Dr. Koentjoroningrat menguraikan tentang wujut kebudayaan menjadi tiga macam yaitu:
1.      Wujud perma adalah ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba dan difoto. Letaknya dalam alam pikiran manusia.
2.      Wujud kedua. Adalah sistem sosial atau sosial sistemsosial atau sosial sistem, yaitu mengenali tindakan beberapa manusia itu sendiri.
3.      Wujut ketiga adalah kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik karya manusia dalam masyarakat. Sifatnya sangat konkren berupa benda-benda yang bias diraba, difoto, dan dilihat.

E.     Orientasi Nilai Budaya
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada didunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan didunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hamper serupa.
1.      Hakikat Hidup
2.      Hakikat Karya
3.      Perseepsi Manusia Ttentang Waktu
4.      Pandangan Terhadap Agama
5.      Hubungan Manusia Dengan Manusia

F.     Perubahan Kebudayaan
Adadalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian antara unsure-unsur krbudayaan yang saling  berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya terhadap kehidupan.
Ada factor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan, yaitu:
1.      Mendorong: adanya unsure-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsure-unsur teknologi dan ekonommi (kebudayaan materil). Adanya individu-individu yang mudah menerima unsur-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
2.      Mengahambat: adanya unsure-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti: adat istiadat dan keyakinan agama (kebudayaan non materil). Ada juga factor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan:
a.       Factor intern: perubahan demografis, konflik sosia, bencana alam, perubahan lingkungan alam.
b.      Factor ekstren: perdagangan, penyebaran agama, peperangan.

G.    Tahap-Tahap Kebudayaan
1.      Tiga Tahap Kebudayaan
a.       Tahap pemikiran mistis, yaitu sikap manusia yang merasa dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib disekitarnya, yaitu kekuatan dewa-dewa raya atau kekuatan kesuburan, seperti dipentaskan dalam mitologi-mitologi bangsa-bangsa primitif.
b.      Tahap pemikiran ontolig,, yaitu sikap manusia yang tidak hidup lagi dalam kepungan kekuasaan mistis, melainkan yang secara bebas ingin meneliti segala hal. Manusia mengambil jarang kepada sesuatu yang dahulu dirasakan sebagai  kepungan.
c.       Tahap pemikiran fungsional, yaitu sikap dan alam pikiran yang makin tampak pada manusia modern, yang mana tidak lagi terpesona oleh lingkungannya (sikap mistis), dan tidak lagi dengan kepala dingin mengambil jarak dengan objek penelitian (sikap ontologis),namun manusia ingin mengadakan relasi-relasi baru, sesuatu kebertautan yang baru terhadap sesuatu dalam lingkungannya.
Namun begitu, dalam ketiga pemikiran diatas, tidak dapat dikatakan bahwa suatu tahap pemikiran lebih maju dari tahap pemikiran lainnya, atau sebaliknya, suatu tahap pemikiran lebih terbelakang daripada tahap pemikiran yang lainnya. Sebab ketiganya memiliki peranan masing-masing.
2.      Senin Sebagai Bentuk Mimeisis
Pada tahap pemikiran mistis, manusia terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib sekitarnya, yaitu kekuasaan dewa-dewa alam raya seperti dipentaskan dalam mitologi-mitologi bangsa-bangsa primitive. Begitu juga dengan kesenian sebagai artifact, yakni wujut dari kebudayaan disamping ide activities juga dipengaruhi hal-hal yang berbau mistis.
3.      Seni Sebagai Bentuk Ekspresi
Ekspresi, dalam bahsa Inggris adalah exspression yang diartikan sebagai “ action of manifesting a feeling” atau tindakan mewujutkan perasaan. Expression sendiri berasal dari bahasa latin yaitu exsperssionem, kata benda dari tindakan exprimere, yaitu, “ suatu tindakan atau penciptaan yang mengungkapkan perasaan”. Heri Dono mengutaraka bahwa seni merupakan suatu ekspresi individu dan kolektif dari kehidupan nyata yang memiliki muatan aspirasi intelektual dan tanda-tanda yang biasa dikenali dan simbolik.
4.      Seni Dalam Konsef Fungsional
Adalah sikap dan alam pikiran yang makin tampak pada manusia modern, yang mana tidak lagi terpesona oleh lingkungannya (sikap mistis) dan tidak lagi dengan kepala dingin mengambil jarak dengan objek penyelidikan (sikap ontologis), namun manusia ingin mengadakan relasi-relasi baru, sesuatu kebertautan yang baru  terhadap sesuatu dalam lingkungnnya.
Malinoski dengan teori fungsionalismenya dalam bukunya yang berjudul “A Scientific Theori Of  Cuture And Other Essays” menyatakan, bahwa segala aktifitas kebudayaan itu sebenarnya bermaksud memuaskan suatu rangkain dari sejumlah kebutuhan naluri makhluk manusia yang berhubungan dengan seluruh kehidupannya.

H.    Proses Pembudayaan Budaya
Proses pembudayaan budaya dapat tercipta melalui beberapa tahap, diantaranya :
1.      Proses Belajar Budaya
a.       Proses internalisasi
b.      Proses sosialisasi
c.       Proses enkulturasi
2.      Proses Perkembangan Budaya
a.       Cultural evolution
b.      Diffusion proses
c.       Alkulturation process
d.      Assimilation process
e.       Innovation
f.       Discovery and invention

BAB 3

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL


A.    Manusia Sebagai Makhluk Individu
Manusia atau orang daoat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homosapiens (bahasa latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah proses proses golongan primate dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsef jiwa yang berpariasi dimana, dalam agama dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ke Tuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan mereka dijelaskan mereka dijelaskan berdasarakan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutatama berdasarkan kemampuan untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan saqtu sama lain serta pertolongan.
1.      Manusia Menurut Agama Islam
Manusia dalam Al-quran, manusia dipaqnggil dengan beberapa istilah antara lain al-insan, al-anas, al-abad, dan bani Adam dan sebagainya. Al-insan berarti suka, senang, jinak, ramah, atau makhluk yang sering lupa. Al-anas berarti manusia (jama). Al-abad berarti manusia sebagai hamba Allah. Bani Adam berarti anak-anak adam karena berasal dari keturunan nabi Adam.
Hasil penelitian Al-quran dapat kesimpulan bahwa manusia terdiri dari unsur-unsur:
a.       Jasad, adalah bentuk lahiriah manusia yang dalam Al-uran dinyatakan diciptakan dari tanah.
b.      Roh, adalah daya (sejenis makhluk/ciptaan) yang ditiupkan Allah kepada janin dalam kansungan (surah Al-hijr:29; surat Al-sajadah:9; dan surah shad:27) ketika janin berumur 4 bulan 10 hari.
c.       Nafs, Al-quran menginformasikan bahwa yang mati itu Nafs-Nya hadis menginformasikan bahwa roh manuisa meenuju alam barzah seementara jasad mengalami proses pembusukan, menjelang ia bersenyawa kembali secara sempurna dengan tanah.

B.     Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan symbol untuk mreengomunikasikan pemikiran dan perasaannya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Dapat disimpulkan bahwa sosial ini merujuk padu hubungan-hubungan manusia dalam kemasyarakatan hubungan antar manusia, hubungan manusia antar kelompok  serta hubungan manusia dengan organisasi untuk mengembangkan dirinya.
Aristoteles mengatakan bahwa hidup yang tidak hidup dalam masyarakat ialah sebagai seseorang malaikat atau seorang hewan.
1.      Karakteristik manusia sebagai makhluk sosial, memiliki unsure-unsur keharusan biologis, yaitu:
a.       Dorongan untuk makan
b.      Dorongan untuk mempertahankan diri
c.       Dorongan untuk melansungkan jenis
Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecendrungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri untuk melihat  kehidupan masyarakat yang teerdiri dari:
a.       Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan
b.      Penghematan tenaga
2.      Kedudukan manusia sebagai makhluk sosial, artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri.
3.      Pengembangan manusia sebagai makhluk sosial, didalam kehidupannya manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan bersosialisai dengan sessamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin beerhubungan dengan manuisa lain. Hal ini menujukan kondisi yang interdependesi. Didalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara.

C.    Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Tuhan dipahami sebagai zat mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan. Suatu yang perlu diyakini oleh semua manusia bahwa segala yang ada dalam alam semesta ini ada yang menciptakannya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Diantara makhluk ciptaan Tuhan, manusia merupakan makhluk yang mempunyai keistimewaan, yaitu memiliki akal budi.
Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jika diamati secara seksama benda-benda atau makhlluk ciptaan Tuhan yang ada disekitar kita, mereka memiliki unsure yang melengkapi unsur yang melekat padanya, yaitu unsure hidup, benda, hidup, naluri dan akal budi.
1.      Hakikat manusia seebagai makhluk Tuhan
Manusia didudukan sebagi kodrat , harkat, martabat, hak dan kewajibannya.
a.       Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemampuan atau bakat-bakat alami yang melekat pada manuisa.
b.      Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai Makhluk Tuhan  Yang Maha Esa. Harkat artinya derajat manusia.
c.       Martabat manusia artinya harga diri manusia. Adalah kedudukan manusia yang terhormat sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berakal budi sehingga manusia mendapat tempat yang tinggi disbanding makhluk lain.
d.      Hak asai manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugera Tuhan Yang Maha Esa.
e.       Kewajiban manusia adalah keharusan untuk melakukan sesuatu sebagai konsekuensi manusia sebagi mahluk individu yang mempunyai hak-hak asasi.

2.      Konsep Manusia Dalam Islam
Konsef manusia dalam islam dapat dilihat dalam QS Al-mu’minun (23):12:14. Menurut ayat tersebut manusia diciptakan Allah SWT dari saripati tanah (sulatatin min thin) yang dijadikan kemudian nuthfah itu dijadikan segumpal daging. Lalu sgumpal daging dijadikan tulang. Tulang dibalut dengan daging yang kemudian dijadikan Allah SWT sebagi makhluk.
Unsure subtansi immateri:
a.       Roh
b.      Hati
c.       Potensi manusia (akal)
d.      Nafsu

3.      Tanggung jawab manusia sebagai makhluk Tuhan
Adalah dimana tindakan manusia tidak bias lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agam. Dalam hubungan denagan Tuhan, manusia menampatkan posisinya sebagai ciptaan dan Tuhan sebagai pencipta. Posisi ini memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada penciptanya, yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan meenjauhi larangan-Nya.
BAB 4

MANUSIA DAN PERADABAN


A.    Pengertian Adab Dan Peradaban
Manusia adalah makhluk yang beradab sebab dianugrahi harkat, martabat serta potensi kemanusiaan yang tinggi. Hal ini sesuai dengan realita bahwa manusia memerlukan kesopanan, akhlak dan kehalusan budi pekerti dalam melakukan kontak sosial dengan masyarakat luas.
Masyarakat yang beradap dapat diartikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budipekerti .
Istilah peradaban dalam bahasa Inggris  disebut civilization. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Peradaban berasal dari kata ‘adab’ yang berarti kesopanan, kehormatan, budi bahasa dan etika. Manusia beradap dapat diartikan sebagai  manuisa yang memiliki akhlak yang mulia, yang memiliki kesopanan dan kehalusan budi pekerti.

B.     Masyarakat Madani
Masyarakat madani diprediksi sebagai masyarakat yang berkembang sesuai dengan poteni budaya , adat istiadat dan agama.
Masyarakat madani adalah masyarakat yang berbudaya namun mampu berinteraksi dengan dunia luar yang modern  sehingga dapat terus berkembang dan maju.

C.    Tradisi dan Modernisasi
Tradisi adalah adat istiadat atau kebiasaan yang turun temurun dan masih dijalankan dimasyarakat.
Modernisasi adalah proses penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kedalam semua seegi kehidupan manusia dengan tingkat yang berbeda-beda tetapi tujuan utamanya untuk mencapai tahap hidup yang lebih dan nyaman.


D.    Peradaban Dan Problematika
Peradaban adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsure-unsur kebudayaan yang dianggap halus, indah, dan maju.
Problematika peradaban di Indonesia yang timbul akibat globalisasi diantaranya dapat dilihat dalam bidang bahasa, kesenian dan juga yang terpenting dalam kehidupan sosial.




BAB 5

MANUSIA KERAGAMAN DAN KESETARAAN


A.    Unsur-unsur Keragaman
Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya:
1.      Tingkah laku
2.      Macam jenis
3.      Lagu/music;langgam
4.      Warna;corak;ragi
5.      Laras (tata bahasa)
Keragaman manusia sudah  menjadi fakta sosial dan fakta seejarah kehidupan. Sehingga pernah muncul penindasan, perendahan, penghancuran, penghapusan rasa atau etnis tertentu.
Konsef keragaman mengandaikan adanya hal-hal yang lebih dari satu, keragaman menunjukan bahwa keragaman yang lebih dari  satu itu berbeda-beda heterogen bahkan tidak bisa disamakan. Keragaman Indonesia terlihat dengan jelas pada aspek-aspek geografis, etnis, sosio-kultural dan agama serta kepercayaan.

B.     Hakikat Keragaman Dan Kesetaraan Manusia
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ragam berarti:
1.      Sikap, tingkah laku, cara
2.      Macam, jenis,
3.      Musik, lagu, lagam
4.      Warna, corak
5.      Laras (tata bahasa)
Keragaman menunjukan adanya banyak macam atau banyak jenis. Keragaman manusia dimaksudkan bahwa setiap manusia memiliki perbedaan. Perbedaan ini adalah karena manusia adalah makhluk individu yang setiap individu memiliki cirri-ciri khas tersendiri.
Kesetaraan manusia bermakna bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan memiliki tingkat atau kedudukan yang sama. Bersumber dari pandangan bahwa semua manusia itu tanpa dibedakan adalah diciptakan dengan kedudukan yang sama, yaitu sesebagai makhluk mulia dan tinggi derajat nya disbanding makhluk lain. Dihadapan Tuhan, semua manusia adalah sama derajatnya. Yang membedakan nantinya adalah tingkat ketaqwaan manusia tersebut terhadap Tuhan.


C.    Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat
1.      Pengertian pelapisan sosial
Adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat kedalam kelas-kelas sosial secara bertingkat . wujudnya adalahterdapat lapisan-lapisan didalam sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan didalam masyarakat  diantaranya ada kelas sosial tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu  disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan dibidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.

2.      Pengertian kesamaan derajat
Adalah suatu sifat yang menghubunngkan antara  manusia dan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota ,asyarakat memiliki hak dan  kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara.
Pelapisan sosiall dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan dengan sama lain. Pelapisan sosial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat, yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.

D.    Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial
Maslah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsure-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsure-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya pperbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial, yaitu seperti proses sosial dan bencana alam,. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

1.      Kemiskinan Karena Kelahiran Tinggi
Kelompok masyarakat yang tidak maju lebih sering dan cenderung disebut kaum miskin yang sarat dengan kemiskinan. Kemiskinan ini juga selalu mengalami pertumbuhan dengan pesat atau  bertambah banyak jumlahnya terutama karena angka kelahiran tinggi. Angka kelahiran kaum miskin di negara-negara keiga termasuk wilayah-wilayah tertentu di Indonesia yang tinggi, pada konteks tertentu, tidak seimbang dengan tingkat kematian.

2.      Kemiskinan Karena Menutup Diri Dari Pengaruh Dunia Luar
Hubungan sosial antara manusia, dan antara masyarakat bersiafat mempengaruhi satu sama lain. Namun tidak menuntut kemungkinan walau tejadi interaksi, ada kelompok atau komunitas yang tidak pantastis, akibatnya mereka tidak mengalami kemajuan yang berarti sehingga mereka tetap dalam keberadaannya, yaitu kemiskinan.

3.      Kemiskinan Karena Korban Ketidak Adilan Para Penguasa
Para pengusaha teknologi dan industry tetap membutuhkan kaum miskin yang pendidikannya terbatas untuk dipekerjakan sebagai buruh  dan dengan itu, karena dengan alas an kurang pendidikan, mereka dibayar diwawah standar atau sangat rendah, serta umumnya, tanpa tunjangan keseehatan, transportasi, uang makan, dan lain sebagainya.
Para buruh tersebut harus menerima keadaan itu karena membutuhkan nasi dan pakaian untuk bertahan hidup. Akibatnya, menjadikan mereka tidak mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Secara langsung, mereka telah jadi korban ketidak adilan para pengusaha konglomerat hitam yang sekaligus sebagai penindas dan pencipta langgengnya kemiskinan.

4.      Kemiskinan Karena Adanya Pembiaran-pembiaran Yang Dilakukan Oleh Penguasa Dan Pengusaha
Situasi dan kondisi kehidupan komunitas masyarakat (mereka yang tersisih dan tertinggal) miskin diperparah lagi dengan tanpa kesempatanmemperoleh pendidikan, tiingkat kesehatan rendah, serta berbagai keterbatasan, dan ketidak mampuaan lainnya. Masyarakat miskin seperti itu tetap terjadi suatu ketergantungan. Jika ada bencana alam, mereka dibutuhkan agar bisa melakukan charity adventerial, atau tindakan bantuan sosial yang mengandung nilai bahwa sang pemberi bantuan sebagai orang baik hati serta mempunyai kepedulian kepada kaummiskin (misalnya, jika terjadi bencana tsunami, banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran). Perhatian kepada kaum miskin yang hanya berupa charity adventerial ini, bisa dan biasa dilakukan oleh pejabat, penguasa, tokoh agama, politik, artis dan lain sebagainya. Dengan itu, menghasilkan kaum miskin yang tetap menengadahkan tangan untuk meminta belaskasihan akibat penderitaan.

5.      Mereka Menjadi Miskin Karena Manajemen Keuangan Yang Buruk
Sejarah dengan perubahan waktu keturunan (pada umumnya generasi ketiga dan keempat) orang-orang yang tadinya kaya tersebut ternyata menjadi miskin. Masyarakat atau orang lain yang mengenalnya hanya bisa bercerita dan mengenang orang tua atau kakek dan nenek mereka yang kaya raya.
Hal itu terjadi karena keluarga-keluarga kaya raya tersebut memanage keuangan ataupun harta bendanya. Bisa saja terjadi anak-anak orang kaya (karena mengandalkan kekayaannya) tidak mau menata diriny dengan pendidikan yang baik, akibatnya mereka menjadi orang kaya yang bodoh. Dalam sikon kebododhan itu, mereka tidak mampu mengelola harta dengan baik dan benar. Mereka hanya bisa menjual harta benda hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan. Akibatnya dalam kurun waktu tertentu harta bend mereka habis, sehingga lambat laut mereka menjadi miskin.

E.     Peran Pemerintah, Masyarakat, Keluarga Dalam Perkembangan Anak yang Berasal Dari Keluarga Miskin
1.      Peran Pemerintah
Merupakan lembaga yang sangat berperan dalam memberantas kemiskinan walau tidak langsung berperan dalam mengembangkan anak dari keluarga miskin agar menjadi SDM yang handal, namun pemerintah dapat bertindak dalam memberantas kemiskinan yang setidaknya dapat meminimilasi kuantitas keluarga miskin ada tiga hal yang dapat dilakukan pemerintah daerah, yaitu fortifikasi, membuat produk kebijakan, dan emepowering. Depinisi fortifikasi adalah memperkuat dengan benteng, hal ini pemerintah melakukan perlawanan terhadap kemiskinan dengan menggunakan karakter sendiri, contohnya label SNI (standar nasional Indonesia) jadi benteng yang digunakan pemerintah ialah karakter negara seendiri. Kemudian pemerintah dapat membuat kebijakan yang dapat memberikan saran dan prasarana yang menunjang agar keluarga misjin dapat berkembang. Pemerintahpun dapat melakukan empowering atau pemberdayaan terhadap keluarga miskin agar mereka dapat menolong diri mereka sendiri dalam memberantas kemiskinan dan dapat mengembangkan anak yang ada dalam keluarga tersebut menjadi SDM yang handal.

2.      Peran Masyarakat
Kearifan local dalam masyarakat dapat berperan dalam mengembangkan secara optimal anak dari keluarga miskin agar menjadi SDM yang handal. Kearifan atau kebijaksanaan (wisdom) tersebut muncul bisa jadi karena pengalaman yang selama ini terjadi telah menjadikan sebagai jawaban dan solusi terhadap masalah yang sedang dihadapinya. Factor keterlibatan para pendahulu, yaitu nenek moyang yang mewarisi tradisi tersebut kepada generasi berikutnya menjadi sangat penting bagi terjaganya kearifan tersebut.


3.      Peran Keluarga
Keluarga adalah factor yang paling berperan dalam perkembangann anak menjadi SDM yang optimal. Keluargapun merupakan agen sosialisasi primer yang paling mempengaruhi prilaku seorang anak. Oleh karena itu, dukungan oranng tua sangat diperlukan seorang anak tersebut menjadi optimal. Permasalahanya, rata-rata keluarga miskin memiliki pengetahuan yang minim sehingga banyak anak yang akhirnya terbengkalai, dipaksa kerja dan lain sebagainya. Karena itulah keluarga miskin harusnya diintervensi terlebih dahulu agar dapat memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan anak tersebut.









BAB 6

MANUUSIA MORALITAS DAN HUKUM

A.    Etika Dan Moral
Etika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan atau pola tingkah laku  yang dihasilkan oleh akal manusia. Dengan adanya etika bersifat relative, yakni dappat berubah-ubah sesuai dengan tunntunan zaman.
Etika diartikan sebagai “ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak dan didasari oleh pemikiran  yang jernih dengan pertimbangan perasaan”. Etika secara  etimologi, berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Ethos” yang berarti watak kesusilaan atau ada kebiasaan (custom), norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah, dan ukuran-ukuran bagi tingkahlaku manusia yang baik. Dan menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kemanusiaan dalam pergaulan antar sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
1.      Etika Deskritif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan prilaku manusia , serta apa yang dikejar oleh setiap orng dalam hidupnya agar sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai  nilai dan prilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait situasi dan realitas yang membudaya.
2.      Etika Normalitif
Etika yang menetapkan bebagai sikap dan prilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia dn tindakan apa yang bernilai Dallam hidup ini. Jadi etika normalatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku dimasyarakat.

            Moral, secara etimologi ostilah “moral” berasal dari bahasa latin. Bentuk tunggal dari kata moral yaitu  “mos” sedangkan bentuk jamaknya adalah kebiasaan, adat. “moralitas” (dari kata sifat latin moralitas) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan ‘moral’, haya ada nada lebih abstrak. Berbicara ‘moralitas suatu perbuatan’, artinya segi moral  suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut. Moralitas adalah sifat moral atau  keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.

B.     Manusia Dan Moralitas
Moralitas adalah sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau sopan santun. Moralitas adalah pedoman yang dimilliki individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah berdasarkan standar moral. Moralitas dapat berasal dari sumber tradisi atau  adat, agama atau sebuah ideologi atau gabungan dari berbagai sumber. Standar moral  ialah  standar yang berkaitan dengan persoalan yang dianggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas kekuasaan, melebihi kepentingan sendiri, tidak memihak dan pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah, malu, menyesal, dan lain-lain.
Masalah moral merupakan masalah kemanusiaan, jadi sudah sewajarnya apabila daoam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara masalah moralitas menjadi masalah penting yang harus diperhatikan dalam rangka meningkatkan hubungan sosialnya dengan masyarakat sekitarnya yang  merupakan realitas kehidupan yang harus dihadapi.



C.    Manusia Dan Agama
Agama memberikan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki potensi untuk berakhlak baik (takwa) atau buruk (fujur) fotensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah dan hawa nafsu, seperti naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman. Apa bila potensi takwa seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka prilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi potensi fujurnya (mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba atau main judi) . agar hawa nafsu itu terkendali, maka potensi takwa itu harus dikembangkan, yaitu melalui pendidikan agama dari sejak usia dini.
Apabila nilai-nilai  agama telah terinternalisasi dalam diri seseorang maka ia akan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia yang bertaqwa, yang salah satu karakternya adalah mampu mengendalikan diri (self control) dari pemuasan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

D.    Hukum Dan Moralitas
Achmad Ali menyatakan hukum adalah perangkat norma tentang apa yang benar dan apa yang salah, yang dibuat dan akui eksitensinya oleh pemerintahnya yang dituangkan baik dalam aturan tertulis (peraturan) maupun tidak tertulis yang mengikat d\an sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya secara keseluruhan dan dengan ancaman sangsi bagi pelanggaran aturan tersebut.
Hukum harus mencangkup tiga unsure, yaitu kewajiban, moral, dan aturan. Istilah moralitas kita kenal secara umum sebagai suatu sistem peraturan-peraturan prilaku sosial, etikka hubungan antar orang. Membahas hukum dan moralitas dalam islam, ada yang menyatakan bahwa ayat-ayat hukum sangat terbatas, terlebih lagi terkait hukum pidana; perzinahan, pendakwaan, pencurian, dan pemberontakan.

1.      Potret Hukum dan Moralitas Bangsa Indonesia
Hukum tidak dapat dipisahkan dari aspek moral. Apabila hukum belum secara konkret mengatur, sedangkan moralitas telah menuntut untuk ditranspormasikan oleh karena itu, moralitas harusnya diutamakan. Hukum bukanlah suatu tujuan. Hukum itu sendiri diciptakan bukanlah semata-mata untuk mengatur, tetapi lebih dari itu untuk mencapai tujuan yang luhur, yakni keadilan, kebahagiaan, dan kesejahteraan rakyat.

2.      Hukum dan Moral Sebuah Seruan Etis
Hubungan antara hukum dan moral sanat erat sekali, ada pepatah Roma mengatakan “apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas?”. Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas, hukum akan kosong tanpa moralitas. Oleh karena itu, kualitas hukum harus diganti dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar manusia yang relavan.

3.      Problem Moral Penegakan Hukum
Menurut Thomas Koten mengemukakan sosok hukum lebih dipakai sebagai alat pemenuhan kepentingan orang-orang kuat secara politik dan ekonomi daripada sebagai jalan terciptanya keadilan yang member ruang bagi kesejahteraan rakyat dan mematrikan keagungan negara sebagai negara hukum.
Berbagai kritik dan saran public sudah begitu kerap dilontarkan kepada aparat penegak hukum. Tetapi eronisnya hingga kini belum juga muncul kesadaran yang diikuti perbaikan terhadap cara berpikir dan cara mempraktikan hukum secara benar.


BAB 7

MEMANUSIAKAN MANUSIA


A.    Manusia Dan Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai suatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar.
Keadilan merupakan suatu hasil pengambilan keputusan yang mengandung kebenaran, tidak memihak, dapat dipertanggung jawabkan dan memperlakukan setiap orang pada kedudukan yang sama didepan hukum. Perwujudan keadilan dapat dilaksanakan dalam ruang lingkup masyarakat bernegara dan kehidupan bermasyarakat internasional.
a.       Keadilan komutatif
Hubungan pribadi dengan pribadi. Dalam hubungan ini harus ada perlakuan sifat adil antara sesama warga masyarakat, antara pribadi dengan pribadi . suatu hubungan keadilan antara warga satu dengan yang lainnya secara timbale balik. Bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
b.      Keadilan distributive
Adalah suatu hubungan keadilan antara negara terhadap warganya, dalam arti pihak negara lah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk keadilan membagi dalam bentuk kesejahteraan, bantuan, subsidi serta kesempataan dalam hidup bersama yang didasari atas hak dan kewajiban.
c.       Keadilan legalis
Hubungan pribadi dengan masyarakat. Dalam hubungan ini harus ada perlakuan sifat adil dari pribadi terhadap masyarakat keseluruhan. Dalam masyarakat, pelaksanaan tiga macam keadilan ini ada dua musuh besar, yang kedua itu merupakan penonjolan dari penjelmaan dari salah satu sifat kodrat manusia, yaitu salah satu sifat individu dan sifat sosial.
B.     Manusia dan Cinta Kasih
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia W.J.S. Poerwa Darminta. Cinta adalah rasa yang sangat suka atau rasa saying ataupun rasa sangat kasih artinya perasaan sayng atau belas kasih.
Maka, pengertian cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta kepada seseorang. Dan cinta kasih bisa juga diartika sebagai perasaan suka atau saying kepada seseorang dan juga disertai dengan menaruh belas kasih.
Cinta bisa dibina secara baik apa bila ada empat unsur, yaitu:
1.      Pengasuhan
2.      Tanggung jawab
3.      Perhatian
4.      Pengenalan
Cinta adalah perasaan (rasa) suka terhadap makhluk hidup  (manusia) sedangkan kasih adalah perasaan kasih atau belas kasih terhadap makhluk hidup (manusia). Jadi cinta kasih dapat diartikan suatu perasaan manusia yang berdasar pada ketertarikan antara makhluk hidup (manusia) dengan didasari pula rasa belas kasih.

C.    Manusia Dan Penderitaan
Penderitaan adalah bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari kata sangsekerta yang artinya menahan atau menanggung . derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan berbeda-beda. Manusia dikatakan menderita apabila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dll.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibatnya penderitaan yang bermacam-macam ada yang mendapat hikmah besar dari satu penderitaan, ada pula yang menyebabkan.  Kegelapan dalam hidupnya.oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat “menular” dari seeseorang kepada orang lain, apa lagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.


D.    Manusia Dan Tanggung Jawab
Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam suatu naungan atau berdampingan. Tanggung jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkahlaku atau perbuatannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujud dan atas perbuatannya. Mesiat manusia memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau mahasiswa akan belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa atau mahsiswinya, tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah menciptakan kita.
Selain tanggung jawab, dalam diri manusia juga terdapat pengabdian . pengabdian dapat diartikan sebagai pilihan hidup seseorang ataukah ingin mengabdi kepada orang tua, kepada agam dan Tuhan ataupun kepada bangsa dan negara dimana pengabdian akan mengandung unsure pengorbanan dan kewajiban untuk melakukannya yang biasanya akan dihargai dan tergantung dari apa yang diabdikannya.

E.     Manusia Dan Pandangan Hidup
Setiap manusia didunia ini tentu mempunyai pandangan hidupnya masing-masing yang perlu dipersiapkan secara rinci sejak dini agar dapat telaksanakan sesuai dengan harapan pada waktun yang tepat. Pandangan hidup sendiri bersifat kodrati yang telah diberikan Tuhan kepada setiap Manusia. Adapun pengertian pandangan hidup itu adalah pendapat ataupun pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman,  arahan atau petunjuk hidup didunia agar dapat menjalani hidup yang lebih baik lagi dengan adanya pandangan hidup tersebut. Pandangan atau pertimbangan disini merupakan hasil pemikiran manusia itu sendiri yang berdasarkan pengalaman hidup atau sejarah  menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pada dasarnya, pandangan hidup mempunyai empat unsure yang saling terkait satu sama lain yang tidak dapat terpisahkan yaitu cita-cita kebijakan, usaha, dan keyakinan atau kepercayaan.


F.     Manusia dan Kegelisahan
Kagelisahan berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidaksabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya. Kegelisahan menggmbarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai sesuatu pendapat yang menyatakan manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut. Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
Manusia selama ini seringkali tenggelam dalam kegelisahan. Berbagai penyebab kegelisahan telah menyita waktu dan perhatian manusia, dan sayangnya banyak yang tidak menyadari betapa mengganggunya kegelisahan itu. Kegelisahan yang timbul dalam dirikita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kit ciptakan mereka didalam pikiran kita melalui ketidak mampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui kehayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda.

G.    Manusia Dan Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang  berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan seseorang.
Setiap manusia memiliki harapan, manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati  dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipan mempunyai harapan, biasanya pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung kepada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi seebuah tertawaan orang banyak,  atau orang itu seperti pribahasa “si pungguk merindukan bulan”
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.























BAB  8

MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI


A.    Pengertian Sains
Sains bermula dari baha asing “science” berasal dari kata latin “scientien” yang berarti saya tau. Kata science berarti ilmu pengetahuan yang terdiri dari ilmu social science (ilmu pengetahuan sosial) dan natural science (ilmu pengetahuan alam). Namun, dalam perkembangannya science diterjemahkan sebagai sains yang berarti ilmu pengetahuan alam (IPA) saja, walaupun pengertian ini kurang pas dan bertentangan dengan etimologi.

B.     Pengertian Teknologi
Teknologi sebenarnya berasal dari bahasa Prancis yaitu “La Teknigue” yang dapat diartikan dengan “ semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksud dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau  konsep, pembatasan cara, yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian pembuatan atau  perwujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetis).

C.    Manusia Sebagai Subjek, dan Objek IPTEK
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini , karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu peengetahuan. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentuk/ekstensi  kemampuan dari manusia.
Ilmu pengetahuan, dan teknologi adalah suatu pemahaman tentang suatu pengetahuan, yang memiliki pungsi untuk mencari, menyelidiki, dan menyelsaikan suatu hipotetis. Ilmu juga merupakan suatu pengetahuan yang telah teruji kebenarannya.
Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan, sehingga dalam kegiatan  kehidupannya tersedia berbagai kemudahan.

D.    Pemanfaatan Dan Penyalahgunaan IPTEK
Perkembangan dunia IPTEK yang dimiliki pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar kini relatip sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah meengalih fungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menabjukkan.
Namun, manusia tidak bisa pula menitu diri bahwa akan kenyataan IPTEK mendatangkan malapetaka dan keseengsaraan bagi manusia. Kalaupun IPTEK mampu mengungkapkan semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti IPTEK sinonim dengan kebenaran. Sebab IPTEK hanya mampu menampilkan kenyataan.


BAB 9
MANUSIA DAN  LINGKUNGAN

A.                Manusia Sebagai Makhluk Hidup
       Telah merupakan pendapat psikologi modern bahwa manusia selain  merupakan mahkluk biologis yang sama dengan makhluk hidup lainnya, adalah juga makhluk yang mempunyai sifat-sifat tersendiri yang berbeda dengan makhluk dunia  lainnya.
1.     Ciri-ciri Manusia Sebagai Mahkluk Hidup
a.       Tubuh manusia,kepala,leher dll.
b.      Terdapat protoplasma, protoplasma merupakan bagian terpenting dari sel
c.        Mempunyai bentuk dan ukuran mahkluk hidup dapat dikenali ciri khas yang ada padanya dengan melihat bentuknya.
d.          Melakukan aktivitas-aktivitas kehidupan
1)      Makan, makanan nutrisi diperlukan oleh mahkluk hidup
2)      Metabolisme, merupakan modifikasi senyawa kimia
3)      Tumbuh dan berkembang, pertumbuhan adalah penambahan biomassa.
4)      Reproduksi, Mahkluk hidup yang tidak berkembangbiak menghasilkan keturunan akan punah dimakan waktu. Jadi setiap makhluk hidup memiliki cara masing-masing untuk berkembang biak.
5)      Melakukan adaptasi, semua mahkluk hidup perlu melakukan penyesuaian diri dengan fungsi tubuh.
6)      Bergerak, bergearak adalah merupakan perubahan posisi tempat tinggal
7)      Memiliki sistem transport, transportasi disini ialah proses pengedaran berbagai zat
8)      Peka terhadap ransang(irittabilitas). Kemampuan untuk beraksi terhadap rangsangan dari lingkungan disebut denagan istilah iritabilitas
9)      Memiliki sistem regulasi. Pengertian sistem regulasi adalah sistem pengaturan yang ada didalam tubuh makhluk hidup untuk dapat hidup seimbang, serasi, dan selaras, yang diatur oleh syaraf dan hormone.
10)   Eksresi. Adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh
2.      Sifat-sifat manusia sebagai mahkluk hidup
a.       katan-ikatan biologis, sebagai kontras terhadap eksistensi manusia.
b.      mahkluk adalah satuan hidup, mahkluk mempunyai bagian-bagian tubuh
c.       sistem energi yang dinamis , sebagai mahkluk hidup manusia selalu menumbuhkan energi untuk mempertahankan hidupnya
d.      pertumbuhan yang mengikut pola tertentu, pertumbuhan manusia tidak dapat dipisahkan denagn proses pematangan organ-organ tubuh
3.      Manusia sebagai mahkluk sosial
       Didalam kehidupannya,manusianya tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lainnya.

B.     Pengertian Lingkungan
       Lingkungan adalah kombinasi antar kondisi fisik yang mencakup sumber daya seperti tanah,air, energy surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun didalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seeperti bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terbagi 2 yaitu:
                   1.   komponen biotik(mahkluk hidup)
                   2.   komponeni atas 2 jenis yaitu: abiotik(benda mati)
                        Komponen biotik dalam ekosistem terdiri atas 2 yaitu:
                        1.   komponen autotrofik
                        2.   komponen heterotrofik
                         Masing-masing komponen ini diuraikan sb:
                        1.komponen abiotik
            2.komponen produsen
                        3.komponen konsumen
                       (resosoedarmo dkk)sb:
                        1.konsumen partama adalah golongan herbivora
                        2.golongan kedua adalah karnivora kecil
                        3.golongan ketiga adalah karnivora besar
                        4.mikrokonsumen ketiga adalah tumbuhan atau binatang
                        5.komponen pengurai yaiti mikroorganisme

C.    Memanusia dan Lingkungan Hidup
       Manusia mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan
                   1.  lingkungan alam
                        Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan alam
                   2.  lingkungan sosial budaya
                        Adalah segala sesuatu yang berhubungan denagn pola-pola hubungan sosial
3.  hakikat manusia sebagai objek dan subjek lingkunagn berarti manusia dikendalikan oleh manusia



D.    Jumlah Penduduk dan Lingkungan Hidup
       Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan oleh alam. Untuk menjaga kelansungan hidupnya, manusia melakukan ekspotasi terhadap alam dapat menimbulkan berbagai masalah, terutama pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
1.      Ketersediaan air bersih. Air merupakan sumber kehidupan sebagian besar makhluk hidup terdiri atas air. Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat besar manfaatnya bagi manusia.
2.      Ketersediaan pangan. Untuk bertahan hidup manusia membutuhkan makanan. Dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk, maka jumlah makanan yang diperlukan juga semakin banyak. Akibatnya, penduduk dapat kekurangan gizi atau bahkan kekurangan pangan.
3.      Ketersediaan lahan, kepadatan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk tempat tinggal, sarana penunjang, kehidupan, industry, tempat pertanian, dan sebagainya.
4.       Ketersediaan udara bersih. Didaerah padat penduduk seperti diperkotaan, banyaknya pengendara bermotor membuat udara menjadi tercemar.

E.     Kerusakan Alam dan Lingkungan
        Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya
  Unsur-unsur lingkungan hidup
1.unsur hayati
2.unsur sosial budaya
3.unsur fisik
1.      Bentuk kerusakan lahan akibat peristiea alam
          Dampak rusaknya lahan telah banyak melanda indonesia peristiwa alam yang berdampak pada kerusakan lingkunagan hidup anatar lain:
1.letusan gunung berapi
2.gempa bumi
3.angin topan
2.              Kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia beberapa bentuk letusan lahan karena faktor manusia antara lain:
1.terjadinya pencermaran
2.terjadinya banjir
3.terjadinya tanah longsor
Beberapa ulah manusia
1.pemburuan liar
2.merusak hutan bakau dll.


DAFTAR PUSTAKA


Albani Nasution, Muhammad Syukri., dkk. 2015. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jawa Tengah:PT Raja Grafindo Persada.
 

Monica Mini Febriansyah Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos